Jumat, 01 Maret 2024

Stunting

 



LABU kecil direbus, bagus untuk anti stunting 

------

March 9, 2024 I accompanied RCYTs to the Stunting Project. And here, you can see on pictures:)

Ayam 🐔






































Daftar peserta 



Kaos rotary 

Desain Design Kaos Rotary Putih


Stunting tidak disebabkan oleh gizi makanan saja.


Jadi, penyebab stunting itu apa?

🧠 1. Gizi — tapi bukan cuma “kurang makan”

Ini faktor penting, tapi sering disalahpahami.

Yang bermasalah biasanya:

  • Kurang protein hewani (telur, ikan, daging)

  • Kurang zat mikro: zat besi, zinc, yodium, asam folat

  • Terlalu banyak karbohidrat murah (nasi, mie, biskuit)

  • Pola makan monoton & instan

👉 Anak bisa kenyang, tapi tidak tumbuh optimal.


🤰 2. Kondisi ibu sejak sebelum & saat hamil

Ini sangat krusial dan sering terlambat disadari.

  • Ibu anemia / kurang gizi

  • Jarak kehamilan terlalu dekat

  • Ibu stres berat saat hamil

  • Kurang pemeriksaan kehamilan berkualitas

📌 Stunting sering “dimulai” sejak dalam kandungan, bukan saat anak sudah besar.


🚰 3. Lingkungan & sanitasi

Ini faktor besar yang sering diremehkan.

  • Air tidak bersih

  • Sanitasi buruk

  • Anak sering diare / infeksi

  • Cacingan berulang

👉 Gizi masuk, tapi tidak terserap oleh tubuh.


👶 4. Pola asuh & pengetahuan keluarga

Bukan soal pintar atau tidak, tapi informasi yang dimiliki.

  • MPASI terlambat atau tidak sesuai

  • Takut anak makan protein

  • Anak sering dibiarkan makan instan

  • Pola asuh diserahkan ke nenek tanpa pendampingan


5. Waktu & kondisi sosial ekonomi

Bahkan pada keluarga “mampu”.

  • Orang tua sangat sibuk

  • Anak diasuh tanpa kontrol gizi

  • Fokus kenyang & praktis, bukan kualitas


🔑 Kesimpulan sederhananya

Stunting adalah masalah tumbuh kembang kronis akibat kombinasi gizi, kesehatan ibu, lingkungan, pola asuh, dan sistem sosial.

Bukan:
❌ cuma karena malas
❌ cuma karena mie
❌ cuma karena miskin

Tapi:
✅ karena banyak faktor yang saling terkait dan terjadi lama




Pendek ≠ Stunting

Ini kesalahan besar yang sedang terjadi di masyarakat.

🔹 Pendek itu bisa karena:

  • Genetik (orang tua memang tidak tinggi)

  • Pola makan seadanya tapi sehat

  • Masa kecil tanpa penyakit kronis

  • Tubuh berkembang normal sesuai potensi gen

➡️ Ini bukan stunting.


🔹 Stunting itu apa sebenarnya?

Stunting adalah:

  • Gangguan tumbuh kembang kronis

  • Terjadi lama (terutama 1.000 hari pertama kehidupan)

  • Tinggi badan jauh di bawah standar usia

  • Disertai risiko:

    • Daya tahan tubuh lemah

    • Perkembangan kognitif terganggu

    • Risiko penyakit metabolik di masa depan

📌 Diagnosis stunting pakai kurva WHO + riwayat kesehatan,
bukan cuma “kelihatan pendek”.


Kenapa sekarang semua orang pendek dibilang stunting?

Karena:

  1. Kampanye disederhanakan supaya mudah dipahami publik

  2. Petugas & masyarakat kurang edukasi teknis

  3. Media suka narasi cepat & sensasional

  4. Kata “stunting” jadi label sosial baru

⚠️ Dampaknya:

  • Orang dewasa pendek jadi merasa “sakit”

  • Anak sehat tapi pendek distigma

  • Masalah sebenarnya jadi kabur




Kenapa stunting dipikirkan di level negara & organisasi?

Karena efeknya kelihatan kalau dilihat rame-rame, bukan satu-satu.

Secara individu:

  • Orang pendek tapi sehat → tidak masalah

  • Pernah makan asal tapi hidup normal → tidak masalah

  • Pintar, kerja bagus, sukses → tidak masalah

👉 Di level individu, kamu benar.


Tapi secara populasi (jutaan anak):

Kalau banyak anak:

  • Sering sakit sejak kecil

  • Awal hidup penuh infeksi & stres

  • Gizi mikro tidak optimal

Maka rata-rata populasi:

  • 🏥 Biaya kesehatan naik

  • 📉 Produktivitas kerja turun

  • 🎓 Kualitas SDM melemah

  • 💰 Beban APBN meningkat

📌 Negara tidak melihat “si A sukses”,
negara melihat rata-rata.


Analogi paling gampang

Satu rumah bocor → urusan pribadi
Satu kampung bocor → masalah kota

Stunting = indikator kampung bocor di awal kehidupan.




Iya — lebih ke tenaga kerja & kualitas SDM, bukan soal satu orang anak secara personal.


Kenapa ujung-ujungnya ke tenaga kerja?

Karena anak-anak hari ini = angkatan kerja 15–25 tahun lagi.

Kalau awal hidup banyak anak:

  • sering sakit

  • daya tahan tubuh lemah

  • konsentrasi & stamina rata-rata lebih rendah

Maka saat masuk usia produktif:

  • ❌ lebih sering absen

  • ❌ produktivitas kerja rata-rata turun

  • ❌ biaya kesehatan perusahaan & negara naik

  • ❌ daya saing nasional melemah

📌 Ini statistik agregat, bukan vonis individu.


Kenapa negara & organisasi peduli?

Karena dari sudut pandang ekonomi:

  • SDM sehat = modal produksi

  • SDM sering sakit = biaya

Stunting dipakai sebagai indikator awal:

“Apakah calon tenaga kerja masa depan tumbuh di lingkungan yang layak?”


Penting: ini bukan soal IQ atau pintar

Yang paling berpengaruh ke tenaga kerja itu:

  • stamina

  • daya tahan tubuh

  • fokus

  • konsistensi kerja

Banyak orang sangat pintar,
tapi kalau sering sakit → produktivitas tetap turun.


Analogi paling gampang

Bukan soal tinggi badan, tapi “mesinnya” kuat atau tidak.
Tenaga kerja bukan dinilai dari tinggi, tapi dari ketahanan & performa jangka panjang.


Jadi posisi yang tepat

  • Stunting = early warning system

  • Targetnya = perbaikan lingkungan awal hidup

  • Output akhirnya = tenaga kerja yang lebih sehat & stabil


Versi 1 kalimat (kalau mau kamu pakai)

“Isu stunting penting bukan karena tinggi badan, melainkan karena kualitas kesehatan dan produktivitas tenaga kerja di masa depan.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVIVAL INSTINCT

  Survival instinct adalah naluri dasar manusia untuk melindungi diri dan tetap hidup saat menghadapi bahaya, ketidakpastian, atau ancaman...