Palastri Shop Journal is the personal journal of Brigitta Stellani Sukamto, founder of Palastri Shop. It is a space for sharing ideas, experiences, projects, and lessons learned across business, fashion, culture, technology, travel, personal growth, and community service
Kamis, 17 Oktober 2019
Olahan Beras Risotto
Kamis, 10 Oktober 2019
Repeat Order Woven Label Bordir 11 Oktober 2019
Selasa, 08 Oktober 2019
Eggs in Tomato Sauce & KUNING TELUR
💛 — memang banyak orang dulu diajarkan bahwa kuning telur tinggi kolesterol dan harus dibatasi. Tapi, ilmu gizi modern sekarang sudah berubah cukup banyak berdasarkan riset baru. Yuk, aku jelaskan dengan seimbang 👇
🥚 1️⃣ Kuning telur mengandung kolesterol — tapi tidak seburuk yang dikira
Benar, 1 butir telur besar mengandung sekitar 180–200 mg kolesterol, hampir semuanya di bagian kuning.
Namun penelitian besar menunjukkan:
Kolesterol dari makanan (seperti telur) hanya sedikit memengaruhi kadar kolesterol darah,
karena tubuh kita secara otomatis mengatur produksi kolesterol sendiri di hati.
Artinya: kalau kamu makan sedikit kolesterol dari makanan, hati akan memproduksi lebih banyak; kalau kamu makan banyak, hati akan menguranginya. Jadi efeknya tidak langsung seburuk dugaan lama.
🌿 2️⃣ Kandungan baik dalam kuning telur
Kuning telur justru sangat kaya nutrisi penting, seperti:
-
Vitamin D (jarang ada di makanan biasa)
-
Vitamin B12 & folat
-
Kolina (penting untuk otak & hati)
-
Lutein dan zeaxanthin (antioksidan untuk mata)
-
Protein lengkap dan lemak sehat
Jadi benar seperti yang kamu bilang — kuning telur adalah “embrio” alami penuh zat pembentuk kehidupan.
Tubuh kita bisa mendapatkan manfaat besar bila dikonsumsi dengan porsi wajar.
❤️ 3️⃣ Kapan harus hati-hati
Telur perlu dibatasi kalau kamu punya kondisi seperti:
-
Kolesterol LDL (jahat) sangat tinggi,
-
Riwayat penyakit jantung koroner,
-
Atau resistensi insulin / diabetes tipe 2 yang belum terkontrol.
Untuk orang sehat, konsumsi:
1–2 butir telur per hari masih dianggap aman dan sehat.
Bahkan banyak ahli gizi merekomendasikannya untuk sumber protein alami.
🍳 4️⃣ Cara konsumsi yang bijak
Yang lebih penting bukan kuning telurnya, tapi cara memasaknya dan apa yang dimakan bersamaan:
-
Hindari goreng dengan banyak minyak (lebih baik direbus atau orak-arik dengan sedikit minyak zaitun).
-
Jangan selalu dipadukan dengan makanan tinggi lemak jenuh (seperti sosis, daging olahan, atau mentega).
-
Kombinasikan dengan sayur, alpukat, atau roti gandum.
✨ Kesimpulan
Kamu benar bahwa kuning telur adalah “embrio kehidupan” — dan kalau dikonsumsi dengan seimbang, justru menyehatkan, bukan berbahaya.
Yang penting adalah keseimbangan dan pola makan keseluruhan, bukan satu bahan makanan saja.
Woven Label Bordir Damask Import 8 Oktober 2019
CHANGI
Desain Fellowship Dinner Invitation yang President Brigitta Stellani Sukamto buat.. 😉 21 Agustus 2026 ROTARY INTERNATIONAL FELLOWSHIP ROT...
-
The user id is not linked to KeyBCA Bisa login ke internet banking tapi ketika mau transfer, tiba tiba muncul pesan ini. Solusinya apa? Apa ...
-
Selama saya bergantung pada sistem mereka, saya diatur dan berubah terus mengikuti. Idealnya saya buat sistem sendiri. Bukan mengikuti Kesi...














