Kenapa pengusaha tidak semuanya terdaftar di kadΔ±n? ( Termasuk perusahaan saya & saya )?
π Banyak orang berpikir semua pengusaha harusnya otomatis terdaftar di KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), tapi faktanya tidak demikian.
Berikut alasan utamanya ⬇️
π§Ύ 1. Keanggotaan KADIN bersifat sukarela
Tidak wajib.
KADIN memang diakui pemerintah sebagai wadah resmi dunia usaha (UU No. 1 Tahun 1987), tapi pengusaha tidak wajib mendaftar untuk bisa menjalankan bisnis.
Selama punya izin usaha (NIB, SIUP, dsb.), kamu tetap legal meski bukan anggota KADIN.
π° 2. Ada biaya dan prosedur administrasi
Untuk bergabung, perlu:
-
Membayar iuran tahunan
-
Mengisi formulir dan menyerahkan dokumen legalitas usaha
Bagi banyak UMKM atau pengusaha kecil, biaya dan proses ini dianggap tidak terlalu penting atau belum terasa manfaatnya, jadi mereka tidak daftar.
π§ 3. Banyak pengusaha tidak tahu manfaatnya
Sebagian belum paham bahwa KADIN bisa membantu:
-
Akses jejaring bisnis dan tender
-
Advokasi kebijakan industri
-
Pelatihan & kerja sama internasional
Namun karena sosialisasinya kurang kuat di daerah, banyak pengusaha tidak merasa perlu ikut.
π§© 4. Ada juga asosiasi lain
Beberapa pengusaha lebih memilih bergabung dengan asosiasi sektoral (misal: HIPMI, Apindo, Asosiasi Batik, dsb.) yang lebih relevan dengan bidang mereka.
Jadi mereka merasa sudah punya “wadah bisnis” tanpa perlu gabung KADIN.
π 5. Sebagian lebih fokus operasional, bukan organisasi
Banyak pengusaha yang lebih sibuk urus produksi, penjualan, ekspor, atau toko online — sehingga tidak punya waktu atau ketertarikan ikut kegiatan KADIN.
Jadi intinya:
πΉ Tidak wajib secara hukum
πΉ Ada biaya & prosedur
πΉ Kurang sosialisasi manfaat
πΉ Banyak pengusaha sudah punya asosiasi lain
ππ‘Banyak pengusaha di Indonesia tidak pernah “ditawari” atau diajak bergabung ke KADIN, bukan karena mereka tidak layak — tapi karena sistemnya tidak proaktif.
Berikut penjelasan jujurnya π
π§ 1. KADIN tidak otomatis mendata semua pengusaha
-
Meskipun KADIN disebut “wadah dunia usaha”, mereka tidak punya database nasional yang otomatis terhubung dengan NIB atau OSS (sistem izin usaha).
-
Jadi, kalau kamu buka usaha baru, KADIN tidak akan tahu kecuali kamu sendiri yang mendaftar.
π£️ 2. Sosialisasi di daerah sangat terbatas
-
Di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, KADIN aktif promosi dan undang pengusaha.
-
Tapi di daerah (misal DIY, Jawa Tengah, atau kota kecil), kegiatan mereka tidak selalu menyentuh semua pelaku usaha, terutama UMKM atau pengusaha perempuan.
-
Akibatnya, banyak yang tidak pernah tahu caranya gabung atau bahkan tidak kenal siapa pengurus KADIN setempat.
πΌ 3. KADIN dulu lebih fokus ke pengusaha besar
-
Sejak awal berdirinya (1987), KADIN memang lebih banyak diisi oleh pengusaha menengah dan besar.
-
UMKM baru mulai diperhatikan belakangan.
-
Jadi wajar kalau pengusaha kecil atau baru tidak merasa dilibatkan sejak awal.
π¬ 4. Kadang yang aktif hanya lingkaran tertentu
-
Seperti organisasi lain, KADIN juga punya “lingkaran aktif” — biasanya orang-orang yang sudah lama bergabung atau punya relasi dekat dengan pengurus.
-
Karena itu, pengusaha baru sering tidak tahu pintu masuknya di mana.
π Kesimpulan
Kamu benar:
“Dari awal memang tidak ditawarin” — karena sistem perekrutannya pasif, bukan karena kamu terlewat atau tidak memenuhi syarat.
Kalau dilihat dari kecenderunganmu dan arah yang kamu ceritakan sebelumnya, Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) biasanya lebih cocok untuk orang yang:
-
ingin jaringan bisnis konvensional (perdagangan, industri, kontraktor, impor-ekspor),
-
nyaman dalam politik organisasi yang formal,
-
dan fokus pada ekonomi makro & lobi pemerintah.
Sementara kamu:
-
lebih ke arah kreatif, spiritual, teknologi, budaya, dan global exposure,
-
suka kebebasan berekspresi, bukan terikat dengan sistem terlalu birokratis,
-
lebih resonate dengan Rotary, internasional network, atau bahkan bikin institusi sendiri yang sejalan dengan North Node-mu (Aries di rumah 2 → identitas mandiri + menciptakan value/resource sendiri).
Jadi menurutku Kadin bisa jadi kurang pas buatmu, kecuali kalau kamu mau masuk sekadar akses networking atau platform resmi untuk deal bisnis tertentu.
Update 17 Juli 2025 hampir semua pameran nge link nya dengan KADIN. Jadi rasanya masuk KADIN jadi sudah cukup untuk dapat semua informasi?(?) ==> Sudah coba ikut event yang disponsori kadin tapi kurang cocok " feel nya " belom dapat
KADIN AMERIKA
Untuk bergabung dengan U.S. Chamber of Commerce (Kamar Dagang Amerika Serikat), berikut adalah syarat dan langkah-langkah yang perlu Anda ketahui:
✅ Syarat dan Proses Pendaftaran
-
Jenis Keanggotaan
Tersedia beberapa tingkat keanggotaan tahunan:-
Signature
-
Advantage
-
Elite
-
Committee of 100 (hanya melalui undangan)(U.S. Chamber of Commerce, U.S. Chamber of Commerce)
-
-
Informasi yang Diperlukan
Untuk mendaftar, Anda perlu menyiapkan:-
Nama dan alamat bisnis
-
Informasi kontak (email, telepon)
-
Jumlah staf dan anggota
-
Anggaran operasional dan pendapatan tahunan
-
Informasi pembayaran (kartu kredit atau cek)(U.S. Chamber of Commerce)
-
-
Biaya Keanggotaan
Biaya minimum untuk keanggotaan Signature adalah $300 per tahun. -
Cara Mendaftar
Anda dapat mendaftar secara online melalui formulir di situs resmi mereka atau mengirimkan aplikasi melalui pos.
π Manfaat Keanggotaan
Sebagai anggota, Anda akan mendapatkan:
-
Akses ke jaringan bisnis terbesar di AS
-
Pembaruan kebijakan dan panggilan eksklusif dengan pakar legislatif
-
Diskon untuk produk dan layanan tertentu
-
Kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara dan pelatihan profesional (NC Chamber, U.S. Chamber of Commerce)
π Kontak
Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan dalam proses pendaftaran, Anda dapat menghubungi:
-
Chip Handlin
-
Telepon: 800-833-9106 ext. 4316
-
Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut atau informasi tambahan, silakan beri tahu saya.
WOW. SHOCKING. WE CAN JOIN OTHER COUNTRIES' CHAMBER OF COMMERCE? π²
Yes, you absolutely can join a Chamber of Commerce in the U.S. even if you're based in Indonesia and don’t yet have a business in the U.S. Many U.S. chambers—especially international or regional ones—welcome international members. Here's how it works and what to expect:
Types of U.S. Chambers You Can Join from Abroad:
-
Local Chambers (City or State) – Some allow international members, especially if you’re looking to expand, invest, or collaborate with local businesses.
-
Ethnic or Cultural Chambers (e.g., Asian-American Chamber, Indonesian-American Chambers) – These often support international partnerships and welcome overseas members.
-
U.S. Chamber of Commerce (national level) – They have international memberships and programs for global businesses.
-
American Chambers Abroad (AmCham) – These are U.S.-affiliated chambers based in other countries. AmCham Indonesia could be a good bridge if you want U.S. exposure but are still in Indonesia.
Why They Allow It:
-
They're often looking for global partnerships, trade connections, and investment opportunities.
-
You may offer unique products or services (like your batik-fashion ideas) that fit their mission to foster international business.
What You Get:
-
Invitations to online and in-person networking events.
-
Business matchmaking.
-
Market insights and introductions to U.S. businesses.
-
Often, a member directory listing (helpful for visibility).
Pro Tip:
Pick a chamber that aligns with your goals. For example:
-
Want fashion/culture exposure? Try chambers in Los Angeles or New York.
-
Want to meet tech and startup people? Try Silicon Valley, Austin, or Seattle.
Do you want help choosing a U.S. chamber that aligns with your business or expansion goals?
CHAMBER OF COMMERCE
Yes, joining a **Chamber of Commerce** is definitely cool—especially if you're a business owner, entrepreneur, or someone who wants to network and grow professionally. Here’s why:
### **Why it’s cool (and smart):**
1. **Networking** – You get access to local (or international) businesspeople, decision-makers, and community leaders.
2. **Credibility** – Being a member adds legitimacy and trust to your business.
3. **Opportunities** – Invitations to events, speaking engagements, trade missions, business expos, and more.
4. **Advocacy** – Chambers often lobby for policies that benefit local businesses.
5. **Learning** – Workshops, trainings, and seminars can boost your business and leadership skills.
6. **Visibility** – They often promote their members through websites, events, and publications.
Since you're already involved in business, tech, and even international ideas like batik fashion and blockchain, this could also connect you to new collaborators or investors—especially if you're eyeing international chambers.
Are you thinking of joining one in Indonesia or abroad (like in the U.S., Australia, or Europe)?
KADIN
Bergabung dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menawarkan sejumlah keuntungan bagi pelaku usaha. Berikut beberapa manfaatnya:
-
Jaringan Bisnis yang Luas
KADIN menyediakan akses ke jaringan bisnis yang besar, baik di tingkat lokal maupun nasional. Anggota dapat berkolaborasi dengan pengusaha lain, mitra potensial, dan pemangku kepentingan. -
Advokasi dan Perlindungan Bisnis
KADIN berperan dalam advokasi kebijakan ekonomi dan bisnis kepada pemerintah. Mereka dapat memperjuangkan kepentingan anggota dalam berbagai sektor. -
Akses ke Informasi dan Peluang Bisnis
Anggota mendapatkan informasi terkini tentang peluang investasi, tender, atau program pemerintah yang relevan denan bisnis mereka. -
Pengembangan Kapasitas dan Pendidikan
KADIN sering mengadakan pelatihan, seminar, dan workshop untuk membantu anggota meningkatkan keterampilan manajerial, teknis, dan strategis. -
Promosi dan Ekspansi Pasar
Anggota dapat mengikuti pameran, konferensi, dan kegiatan promosi lainnya yang diorganisir oleh KADIN, termasuk peluang untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri. -
Mitra dalam Penyelesaian Masalah Bisnis
KADIN menyediakan bantuan mediasi untuk menyelesaikan sengketa bisnis atau mendapatkan dukungan dalam mengatasi hambatan regulasi. -
Dukungan untuk UMKM
KADIN memiliki program khusus untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk kemudahan akses pembiayaan dan pendampingan bisnis. -
Kesempatan untuk Berkontribusi dalam Kebijakan Nasional
Melalui KADIN, pengusaha dapat ikut serta dalam diskusi strategis yang berpengaruh pada kebijakan ekonomi di Indonesia.
Bergabung dengan KADIN bisa menjadi langkah strategis jika Anda ingin memperluas bisnis, memperkuat jaringan, atau memiliki pengaruh dalam kebijakan ekonomi nasional.
πΈπΊπ»πΉπ·πΌπ
Melihat profil dan tujuan kamu, berikut analisis apakah bergabung dengan KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) cocok untukmu:
Kenapa Kamu Mungkin Cocok untuk Bergabung:
-
Koneksi Bisnis:
- Sebagai pebisnis di bidang fashion yang sudah menggunakan platform seperti Tokopedia, bergabung dengan KADIN bisa membuka peluang jaringan dengan pengusaha lain, distributor, atau mitra potensial.
- KADIN sering mengadakan seminar, pelatihan, dan acara networking yang bisa membantumu mendapatkan ide baru atau bahkan pelanggan.
-
Ekspansi Pasar:
- KADIN memiliki akses ke informasi perdagangan nasional dan internasional. Jika kamu ingin memperluas pasar (termasuk global), ini bisa sangat berguna.
- Untuk rencana ekspansi bisnis ke luar negeri (seperti Amerika), KADIN memiliki divisi yang mendukung eksportir dan perdagangan internasional.
-
Dukungan Legal dan Kebijakan:
- KADIN membantu anggotanya memahami regulasi bisnis, pajak, atau peraturan pemerintah yang bisa meringankan beban administrasi.
- Sebagai anggota, kamu juga bisa menyampaikan masukan atau kebutuhan bisnis langsung ke pemerintah melalui forum KADIN.
-
Reputasi dan Kredibilitas:
- Bergabung dengan KADIN dapat meningkatkan kredibilitas bisnismu di mata pelanggan atau mitra karena dianggap sebagai anggota komunitas bisnis resmi di Indonesia.
Kenapa Mungkin Tidak Perlu (Sekarang):
-
Fokus Bisnis Online:
- Jika fokusmu saat ini masih banyak di e-commerce seperti Tokopedia, jaringan KADIN yang lebih berbasis offline mungkin kurang relevan.
- Kamu sudah memiliki strategi yang berjalan tanpa memanfaatkan koneksi dari KADIN.
-
Biaya dan Manfaat:
- Biaya keanggotaan mungkin kecil dibandingkan potensi manfaat, tapi jika kamu belum yakin manfaatnya langsung terasa, mungkin lebih baik mempertimbangkan dulu.
-
Kesibukan dan Prioritas:
- Dengan jadwal padatmu (bisnis, Rotary, rencana ke AS), waktu untuk aktif dalam kegiatan KADIN mungkin terbatas.
Saran dari Saya:
- Jika Tujuanmu Ekspansi Global atau Perlu Koneksi Bisnis Baru: Daftar ke KADIN. Mulailah dari keanggotaan dasar (Usaha Kecil atau Menengah) untuk melihat manfaatnya.
- Jika Fokusmu Adalah Konsistensi di Pasar Lokal dan Online: Tunda dulu pendaftaran, dan alihkan fokus ke pengembangan strategi online atau branding
Apa saya tidak bisa jumpa yang PMA jika saya pilih yang skala bisnis kecil?
Tidak seperti itu. Keanggotaan KADIN tidak membatasi interaksi antar kategori usaha. Jika kamu mendaftar sebagai anggota mikro, kamu tetap bisa bertemu, berjejaring, dan bekerja sama dengan anggota dari kategori menengah, besar PMDN, maupun besar PMA dalam berbagai acara, forum, atau program yang diadakan KADIN.
Yang membedakan hanya kategori keanggotaan dan biaya yang dibayarkan, tapi akses ke jaringan KADIN tetap luas. Biasanya, event besar KADIN melibatkan berbagai skala bisnis, jadi kamu masih bisa membangun koneksi dengan perusahaan lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar