Sabtu, 22 Maret 2025

PAINT CAT

 


Ke depannya semua cat ubah ke clay paint atau limewash . Sangat tertarik dengan limewash 


Jawaban singkat:
πŸ‘‰ YA, dinding lembab JUSTRU lebih aman pakai limewash
kalau penyebab lembabnya tepat.

Sekarang aku jelaskan jujur + teknis, supaya kamu tidak salah pakai.


🧱 Kenapa limewash cocok untuk dinding lembab?

Karena limewash itu:

Breathable → uap air bisa keluar
Alkaline alami → jamur & lumut tidak suka
Tidak membentuk lapisan plastik
Bekerja bersama dinding, bukan menutupinya

πŸ“Œ Cat modern = seperti plastik penutup
πŸ“Œ Limewash = seperti kulit yang bisa bernapas

Itulah sebabnya bangunan Eropa lama & tropis tradisional pakai lime, bukan cat.


⚠️ TAPI — jenis lembabnya menentukan

Ini bagian paling penting πŸ‘‡

✅ AMAN pakai limewash kalau lembab karena:

  • Udara lembab / iklim tropis

  • Kondensasi

  • Dinding “terkunci” oleh cat lama

  • Bangunan lama yang perlu bernapas

➡️ Limewash = solusi yang tepat


❌ TIDAK cukup kalau lembab karena:

  • Bocor atap

  • Pipa bocor

  • Rembesan tanah langsung

  • Dinding selalu basah & mengalir

➡️ Ini masalah struktural, harus diperbaiki dulu
Limewash bukan penutup kebocoran.


πŸ› ️ Cara AMAN pakai limewash di dinding lembab

Checklist singkat (penting untuk tukang):

1️⃣ Kerok semua cat mengelupas
2️⃣ Biarkan dinding kering alami (jangan pakai heat gun)
3️⃣ Bersihkan jamur (air + sikat, tanpa chemical keras)
4️⃣ Basahi dinding sedikit sebelum aplikasi
5️⃣ Aplikasikan 2–3 lapis tipis, jeda 24 jam

πŸ“Œ Dinding boleh lembab, tapi tidak boleh basah mengkilap


🌱 Bonus penting

Limewash:

  • menyerap CO₂ saat mengeras (carbonation)

  • memperbaiki mikroretakan

  • umur panjang (puluhan tahun jika benar)


🧠 Kesimpulan tegas

  • ✔ Dinding lembab AMAN pakai limewash

  • ✔ Bahkan lebih baik daripada cat modern

  • ❌ Bukan solusi kebocoran aktif

  • 🌿 Solusi sehat, alami, & berkelanjutan

 πŸ€πŸ‘‡




🧱 1️⃣ Cat lama → langsung limewash?

TIDAK perlu cat lagi, ASAL:

✔️ BOLEH langsung limewash kalau:

  • Cat lama sudah banyak terkelupas

  • Setelah dikerok, yang tersisa adalah:

    • plester semen

    • bata

    • dinding yang kasar & menyerap

➡️ Limewash harus menempel ke dinding mineral, bukan ke lapisan cat plastik.

❌ TIDAK boleh langsung kalau:

  • Cat lama masih licin & utuh

  • Permukaan halus / glossy

Solusinya:

  • dikerok sampai “bernapas”

  • atau diamplas kasar

  • atau terakhir: mineral primer (opsi kompromi)

πŸ“Œ Kalau masalah kamu cat mengelupas → limewash justru pilihan yang TEPAT, karena:

  • cat modern = mengunci lembap → makin ngelupas

  • limewash = dinding bisa “keluar napas”


🎨 2️⃣ Limewash ada warna hijau?

πŸ‘‰ ADA hijau, tapi hijau mineral / earthy, bukan hijau neon atau emerald tajam.

🌿 Karakter warna limewash:

  • lembut

  • matte

  • natural

  • hidup (ada variasi sapuan)


🌈 3️⃣ Warna Limewash yang UMUM & REALISTIS

🀍 Putih & Netral

  • Off-white

  • Ivory

  • Bone

  • Chalk white

  • Warm white

🟀 Earth tone (paling populer)

  • Beige

  • Sand

  • Limestone

  • Taupe

  • Greige

🌿 Hijau (ADA, tapi earthy)

  • Sage green

  • Olive green

  • Moss green

  • Eucalyptus

  • Celadon

❌ Tidak ada:

  • hijau botol tajam

  • hijau emerald glossy

  • hijau stabilo


🟑 Kuning & Merah alami

  • Ochre (kuning tanah)

  • Mustard soft

  • Terracotta

  • Clay

  • Burnt sienna

🌫️ Abu & Biru mineral

  • Warm grey

  • Ash grey

  • Blue-grey

  • Dusty blue


🧠 Kesimpulan paling penting

  • Cat lama tidak dipakai lagi

  • ✔ Limewash lebih cocok untuk dinding yang mengelupas

  • 🌿 Hijau ADA, tapi versi alami & elegan

  • ❌ Bukan warna plastik/modern

 




πŸ§ͺ Apakah Limewash itu “cat”?

Secara fungsi: YA.
Dipakai untuk melapisi & memberi warna pada dinding.

Secara kimia & filosofi: TIDAK seperti cat modern.


🌿 Apa itu Limewash sebenarnya?

Limewash =
kapur (lime) + air + pigmen mineral alami

Tanpa:

  • VOC

  • Resin sintetis

  • Akrilik

  • Plastik

  • Solvent

100% mineral-based

➡️ Jadi ini coating alami, bukan paint dalam arti kimia modern.


🧠 Perbedaan Kunci: Limewash vs Cat Biasa

AspekCat ModernLimewash
BahanSintetis/kimiaMineral alami
VOCAda❌ Tidak
Cara menempelMembentuk filmMenyatu ke dinding
Breathable
JamurBisa❌ (alkaline)
EstetikaFlat/solidHidup & bertekstur
FilosofiMenutupMembiarkan bernapas

πŸͺ¨ Kenapa Limewash “lebih jujur”?

Karena:

  • Tidak menutup pori dinding

  • Bereaksi dengan CO₂ di udara (carbonation)

  • Jadi bagian dari dinding, bukan lapisan plastik

➡️ Ini kimia alami, bukan industrial.


⚠️ Tapi tetap ada batasannya

Biar objektif ya:

❌ Kurang cocok untuk:

  • Dinding yang sudah dicat akrilik

  • Permukaan non-mineral

  • Area sering kena air langsung

✔ Cocok untuk:

  • Bata

  • Plester semen

  • Tembok lama

  • Bangunan tropis yang butuh “bernapas”


✨ Kesimpulan Paling Jujur

  • ✔ Limewash dipakai seperti cat

  • ❌ Tapi bukan cat kimia

  • 🌱 Ini coating mineral tradisional

  • πŸ† Salah satu opsi paling sehat & eco-friendly

🀍



Bangunan di cat. Padahal cat itu chemical..bagus atau itu bukan alternatif terbaik ( 24 Desember 2025 )

Pertanyaan kamu tepat dan kritis πŸ‘
Singkatnya: bangunan dicat itu praktis & estetik, tapi memang BUKAN alternatif terbaik kalau kita bicara kesehatan, lingkungan, dan jangka panjang.

Aku jelaskan jujur & seimbang ya.


🎨 Cat Bangunan = Chemical?

Ya. Mayoritas cat mengandung:

  • VOC (Volatile Organic Compounds) → bisa ganggu pernapasan & hormon

  • Solvent & resin sintetis

  • Pigmen kimia (beberapa mengandung logam berat)

  • Microplastic (dari cat akrilik/latex modern)

Efeknya:

  • Bau menyengat

  • Iritasi

  • Indoor air quality buruk

  • Dampak lingkungan saat mengelupas & dibersihkan


❓ Jadi kenapa cat tetap dipakai?

Karena:

  • Murah & cepat

  • Warna konsisten

  • Mudah maintenance

  • Tahan cuaca (dibanding bahan alami tertentu)

➡️ Trade-off antara kenyamanan vs kesehatan


🌱 Alternatif yang Lebih Sehat (dan Lebih “Benar”)

1️⃣ Limewash / Cat Kapur

✔ Alami (kapur + air)
✔ Antibakteri & breathable
✔ Estetika natural (Eropa klasik)
❌ Warna terbatas
❌ Butuh skill khusus

πŸ’‘ Cocok untuk: rumah tinggal, villa, bangunan heritage


2️⃣ Clay Paint / Earth Paint

✔ Dari tanah liat & mineral
✔ No VOC
✔ Regulator kelembaban alami
❌ Kurang tahan air

πŸ’‘ Cocok untuk: interior


3️⃣ Natural Oil Finish (Linseed Oil, Tung Oil)

✔ Aman
✔ Menyerap ke material
✔ Cocok kayu & bata ekspos
❌ Perlu re-apply berkala


4️⃣ Exposed Material (tanpa cat)

✔ Batu alam, bata, beton ekspos
✔ Zero chemical
✔ Estetika jujur & timeless
❌ Perlu desain matang


5️⃣ Low-VOC / Zero-VOC Paint

Kalau harus pakai cat, ini jalan tengah terbaik:
✔ Emisi rendah
✔ Lebih aman untuk anak & lansia
❌ Tetap bukan 100% natural


🧠 Kesimpulan Jujur

  • Cat kimia bukan pilihan paling sehat

  • ✔ Tapi masih dipakai karena praktis

  • 🌿 Alternatif terbaik = natural finish + material jujur

  • ⚖️ Pilihan realistis = low-VOC + ventilasi bagus


🌍🌱🀍


🎨Future alternatives to traditional paint are emerging, focusing on sustainability, smart technology, and multifunctionality. Here are some promising alternatives:

1. Eco-Friendly & Sustainable Paints

  • Milk Paint – Made from natural ingredients like milk protein, lime, and earth pigments, it’s biodegradable and non-toxic.
  • Algae-Based Paint – Uses algae as a renewable pigment source, reducing the environmental impact of synthetic dyes.
  • Plant-Based & Bio-Based Paints – Made from plant oils, starches, or minerals instead of petroleum-based chemicals.

2. Smart & Functional Coatings

  • Self-Cleaning Paint – Uses nanotechnology (like titanium dioxide) to break down dirt and pollutants when exposed to sunlight.
  • Thermochromic & Photochromic Paint – Changes color based on temperature or light exposure, useful for energy-efficient buildings and cars.
  • Air-Purifying Paint – Absorbs pollutants like formaldehyde and VOCs, improving indoor air quality.

3. Digital & Projected Alternatives

  • E-Ink & Digital Walls – Future homes might use e-paper or digital projection instead of traditional paint, allowing color and pattern changes at the touch of a button.
  • Augmented Reality (AR) Walls – Virtual overlays could replace the need for physical paint, offering dynamic, customizable aesthetics.

4. Living Paints

  • Bacteria-Based Paints – Certain bioengineered bacteria can produce natural pigments and even glow in the dark.
  • Moss & Fungi Coatings – Living surfaces that can grow and change naturally, useful for eco-friendly architecture.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVIVAL INSTINCT

  Survival instinct adalah naluri dasar manusia untuk melindungi diri dan tetap hidup saat menghadapi bahaya, ketidakpastian, atau ancaman...