MERAPI view dari daerah Tajem 27 Desember 2025
MERAPI DAN GUNUNG DARI KOPI NJONGKE
KEPERCAYAAN PENDAKIAN
Kepercayaan bahwa jumlah pendaki harus genap agar selamat dan kalau ganjil pasti ada yang meninggal satu, termasuk dalam kategori mitos lokal atau kepercayaan tradisional, terutama di kalangan pendaki di Indonesia. Beberapa poin untuk dipahami:
🔍 Asal-usul kepercayaan ini:
-
Berasal dari tradisi spiritual Jawa dan Sunda, yang percaya bahwa gunung adalah tempat yang "angker" dan memiliki penjaga gaib atau makhluk halus.
-
Angka ganjil dianggap mengundang ketimpangan energi, dan mitosnya, "satu akan diambil" agar jumlah kembali menjadi genap.
🧭 Dalam praktik pendakian:
-
Banyak kelompok pendaki, terutama yang percaya mistis, selalu memastikan jumlah anggota genap sebelum naik.
-
Kalau jumlahnya ganjil, kadang ada yang bawa "benda mati" seperti boneka kecil atau tas kosong, sebagai simbol agar "genap".
🔬 Fakta logis:
-
Kecelakaan di gunung lebih banyak terjadi karena faktor seperti:
-
Cuaca ekstrem
-
Kurang persiapan fisik
-
Peralatan tidak memadai
-
Terpisah dari rombongan
-
Jalur berbahaya dan kurang pengawasan
-
-
Jumlah ganjil atau genap secara statistik tidak terbukti memengaruhi keselamatan.
✨ Tapi secara budaya:
-
Banyak orang tetap menghormati kepercayaan ini sebagai bentuk "izin" kepada alam dan leluhur.
-
Di gunung-gunung seperti Rinjani, Merapi, Semeru, keris, dupa, bunga, atau sesajen kadang masih dibawa oleh pendaki lokal atau porter sebagai simbol keselamatan.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar