14 November 2025.. SIGNATURE MEMORIES..1 HOUR MEMORY AFTER YOUR HEART STOP BEATING 💓 ❤️
Saya lagi di toilet 🚽 sakit sekali perut ini karena mens.. tersakit yang saya alami.
Lalu keluar gambaran say masih kecil.. seperti foto ke foto. " Saat kita meninggal, jantung berhenti..1 jam setelahnya kita akan diputarkan video atau foto moment yang berarti. Bisa indah banget bisa yang paling kita ga suka. Mana yang punya impact kita. "
" Ternyata ga setiap tahun kita punya "" signature memory. Misal tahun 1991 saya hanya ingat bergandengan tangan dengan papa saya karena biasanya jemput dengan kendaraan namun kali itu kami naik bus 🚌 🚐..
Ternyata kita hidup tidak semuanya sepenuhnya hidup.. yang biasa, daily..tidak menjadi signature memory "
60 detik itu dalam 1 menit. 1 jam punya 60 menit. 3600 signature foto / memory dalam 1 jam ternyata sangat cukup. Beberapa orang bahkan hanya punya sedikit. "
" Bayangkan jika kita hidup 60 tahun... Per tahun hanya ada 1 " deep memory" maka. Hanya butuh 60 slides = 60 detik ... ==> Plus after that.. you'll be asked about how you want to fix it or already good or you want to reincarnate? That's your life in the future / next birth. Decided by your own wish actually....... ❤️
LEGACY.. TREASURE..
Pictures
Books that changed you
Your journals. The notes you took.. ( including this blog)
From : Jim Rohn
💡 Key Themes Across Life:
-
Emotional management is central—stress is your main risk factor.
-
Grounding, nature, and meditation help neutralize absorbed energies.
-
Physical activity, proper diet, and regular health monitoring maintain longevity.
🌙⚖️
With your Moon in the 8th house (Libra):
-
You naturally absorb other people’s emotions, especially intense or hidden ones—like tension, stress, or grief.
-
If these emotions aren’t consciously released, your body can “store” them, leading to:
-
Lower back or kidney tension
-
Fatigue
-
Digestive issues
-
General physical stress
-
How to manage it:
-
Daily emotional release – journaling, talking to someone, or meditation.
-
Energetic cleansing – visualization, smudging, or standing under sunlight/water.
-
Boundaries – be aware of who and what energy you absorb; limit prolonged exposure to heavy emotional environments.
-
Physical movement – yoga, dance, or gentle exercise helps release stored tension.
💡 Think of it like a “drain” for emotional energy—if it’s clogged, your body feels it. By clearing it daily, you protect both mind and body.
😌 Your chart suggests your body is highly responsive to emotional and mental states, so:
-
Stress, tension, or unresolved emotions can show up physically—like digestive issues, fatigue, or aches in vulnerable areas.
-
Random accidents are less of a risk compared to how your mind and emotions influence your physical health.
In other words, your long-term vitality depends more on emotional balance, mental calm, and self-care than on external dangers.
💡 Summary:
You have a naturally sensitive and intuitive body, so stress and emotional tension affect health more than random accidents.
Key areas to protect: digestion, lungs/chest, kidneys/lower back, feet, immune system.
Focus on stress management, grounding, healthy routines, and emotional release.
Praktik pengawetan jenazah Mesir kuno (mumi) sangat berbeda dengan kremasi karena pandangan spiritual dan budaya mereka unik. Berikut alasannya:
1. Keyakinan tentang kehidupan setelah mati
-
Orang Mesir kuno percaya bahwa jiwa (ka) dan roh (ba) tetap hidup setelah kematian.
-
Agar jiwa bisa hidup abadi, tubuh fisik harus tetap utuh, karena jiwa akan kembali ke tubuhnya.
2. Tubuh sebagai kendaraan jiwa
-
Tubuh bukan hanya “wadah sementara”, tapi dianggap kendaraan jiwa di alam baka.
-
Jika tubuh rusak, jiwa tidak bisa menempati tubuh sepenuhnya, sehingga mumi dibuat untuk menjamin keselamatan jiwa.
3. Simbolisme dan ritual
-
Mumi dibungkus dengan kain, diisi aromatik dan ramuan tertentu, serta ditempatkan dalam peti kayu atau batu.
-
Ritual ini juga menunjukkan status sosial—firaun dan bangsawan mendapat pengawetan paling mewah.
4. Kebalikan dari kremasi
-
Sementara kremasi menghancurkan tubuh untuk membebaskan jiwa, orang Mesir kuno menjaga tubuh agar jiwa tetap terikat dan bisa melanjutkan eksistensi.
💡 Intinya:
-
Kremasi = lepaskan jiwa dari tubuh, populer di Asia karena spiritualitas dan efisiensi.
-
Pengawetan Mesir = pertahankan tubuh agar jiwa hidup abadi, karena tubuh penting untuk alam baka.
Yes 🙌 you’re seeing it clearly. Elias isn’t evil — he’s a child whose mind betrayed him after trauma. That’s what makes the story so disturbing but also tragic.
And you’re right — this is very much like what happens in true crime and criminal psychology:
🧩 1. Trauma + Innocence
-
Children don’t process loss like adults.
-
Elias lost his twin (half of himself) and his brain protected him by creating Lukas in his imagination.
-
To Elias, Lukas felt as real as ever — he truly believed his brother was still alive.
🧩 2. Capgras Syndrome (Impostor Delusion)
-
Because the mother refused to “play along” with the hallucination, Elias’s brain flipped it: “She’s not my real mother — she’s an impostor.”
-
This is a real psychiatric condition. Some real-world cases of Capgras led people to harm loved ones, thinking they were fakes.
🧩 3. Innocence → Crime
-
Elias isn’t malicious.
-
But with a distorted perception of reality, his actions (tying his mother, torturing her, etc.) made sense to him.
-
In reality, it was tragic violence — but in his mind, it was protecting himself and Lukas from a “stranger.”
⚖️ Real-Life Criminal Parallels
-
Some criminals don’t act out of “evil” but because of psychosis or hallucinations.
-
Example: people hearing voices telling them to harm someone, or believing family members are impostors.
-
Courts sometimes call this an “insanity defense” → acknowledging the person didn’t know right from wrong because of mental illness.
💔 That’s why Goodnight Mommy feels so haunting. It isn’t just horror — it’s tragedy. A boy who should have been innocent became dangerous only because his mind twisted reality to protect him.
What Elias went through in the movie is extreme, but hallucinations connected to grief are much more common than most people think.
Here are some real-world numbers:
🌿 Bereavement hallucinations (seeing/hearing the dead)
-
Studies show 30–60% of people who lose a loved one will at some point see, hear, or feel their presence.
-
Examples: hearing their voice, feeling them sit on the bed, seeing them in a room, or even talking to them.
-
This is considered a normal grief reaction, not necessarily a mental illness.
🧠 When it becomes more severe (like Elias)
-
If someone can’t accept the death and the hallucination becomes ongoing, central to daily life, it can turn into a psychiatric condition:
-
Complicated grief (grief that never resolves).
-
Psychotic depression.
-
Post-traumatic psychosis (trauma triggers delusions/hallucinations).
-
-
In rare cases, people develop Capgras Syndrome → believing a loved one has been replaced by an impostor (just like Elias thought about his mother).
👶 Children
-
Kids are more prone to imaginary companions. When combined with trauma, that companion can actually be a lost sibling.
-
This can blur the line between healthy coping and delusion.
✅ So while Elias’s violent spiral is rare, the core experience — still seeing or talking to someone who died — is surprisingly common, even healthy in small doses.
SISI POSITIF TEMBAKAU
👍 karena biasanya orang hanya dengar sisi negatifnya saja.
📌 Tembakau (Nicotiana tabacum) adalah tanaman yang daunnya dikeringkan & digunakan terutama untuk rokok. Memang paling sering dikaitkan dengan risiko kesehatan. Tapi, selain efek buruk, ada juga manfaat terbatas/positif yang ditemukan:
🔹 Manfaat Potensial (dalam konteks tertentu)
-
Insektisida alami
-
Daun tembakau bisa diekstrak jadi larutan nikotin yang dipakai untuk membasmi hama tanaman. Petani tradisional kadang rendam tembakau buat pestisida organik.
-
-
Obat tradisional / etnobotani
-
Dalam pengobatan tradisional di beberapa budaya (Amerika asli, Asia), tembakau dipakai untuk ritual, luka luar, atau campuran ramuan.
-
Ekstrak tembakau kadang dipakai sebagai obat luar untuk luka atau gigitan serangga, karena punya sifat antimikroba ringan.
-
-
Ritual & spiritual
-
Suku asli Amerika menggunakan tembakau dalam upacara spiritual, dipercaya sebagai media doa dan komunikasi dengan dunia roh.
-
-
Efek stimulasi (nikotin)
-
Nikotin bisa membuat lebih fokus, meningkatkan kewaspadaan, dan menurunkan stres sesaat. Karena itu rokok memberi efek “relax” bagi perokok.
-
Bahkan ada penelitian nikotin dosis kecil untuk terapi penyakit Parkinson & Alzheimer (masih tahap riset).
-
🔹 Efek Negatif (jauh lebih dominan kalau dihisap)
-
Rokok dari tembakau → penyebab utama kanker paru, penyakit jantung, stroke.
-
Nikotin sangat adiktif (bikin kecanduan).
-
Merusak paru-paru, mulut, gigi, dan kulit dalam jangka panjang.
👉 Jadi bisa disimpulkan:
-
Kalau untuk dikonsumsi lewat rokok, lebih banyak mudaratnya.
-
Kalau untuk kegunaan lain (insektisida, obat luar, ritual budaya), masih ada sisi positifnya.
BUFFALO BILL 💵
👍
Yang kamu lihat di plastik itu adalah tembakau iris (dihaluskan/dicacah kecil-kecil, makanya mirip serabut atau serbuk).
Sedangkan yang kotak kecil bertuliskan Buffalo Bill Cigarette Paper itu cuma kertas linting untuk melinting tembakaunya jadi rokok.
Jadi paket itu isinya:
-
Tembakau (untuk dihisap)
-
Kertas rokok (untuk melinting)
➡️ Kalau kamu beli rokok lintingan, biasanya dijual terpisah (tembakau sendiri, kertas sendiri), tapi ada juga yang dijual sepaket seperti di foto itu supaya lebih praktis.
TEMBAKAU DAN SAKIT JANTUNG DI INDONESIA
📌 Hubungannya seperti ini:
-
Tembakau (rokok) adalah faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, kanker paru, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
-
Jadi banyak kematian di Indonesia yang tercatat sebagai “penyakit jantung” sebenarnya akar penyebabnya salah satunya adalah rokok.
-
WHO mencatat, rokok membunuh >225.000 orang per tahun di Indonesia (data terbaru sekitar 2019–2022). Itu menjadikan Indonesia salah satu negara dengan angka kematian akibat tembakau tertinggi di dunia.
📊 Gambaran di Indonesia
-
Penyakit jantung & pembuluh darah → penyebab kematian nomor 1 (±37% dari total kematian)
-
Dari kasus ini, banyak yang dipicu oleh kebiasaan merokok, disamping faktor lain seperti pola makan, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
-
Penyakit lain akibat tembakau:
-
Stroke
-
Kanker paru
-
PPOK / emfisema
-
Kanker mulut & tenggorokan
-
📌 Menariknya:
-
Baik tembakau maupun polusi udara sama-sama membunuh lewat penyakit yang sama: jantung, stroke, dan paru.
-
Kalau global ranking penyebab kematian:
-
Penyakit jantung (sepertiga kematian dunia)
-
Stroke
-
Penyakit paru/kanker paru
→ dan ketiganya bisa disebabkan oleh tembakau dan polusi udara.
-
KEMATIAN karena ROKOK vs GULA
Kalau dilihat dari data kematian global, iya — rokok dan polusi udara membunuh lebih banyak orang setiap tahun dibanding gula berlebih.
Perbandingan perkiraan kematian tahunan global:
-
🚬 Tembakau → ±8 juta kematian/tahun
-
🌫 Polusi udara (luar + dalam ruangan) → ±7 juta kematian/tahun
-
🍬 Gula berlebih / diet tinggi gula → ±3–4 juta kematian/tahun (terutama lewat diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung)
Bedanya, gula jarang membunuh langsung — efeknya lewat penyakit kronis yang berkembang perlahan, sedangkan rokok dan polusi bisa memicu penyakit fatal lebih cepat (terutama kanker paru dan gangguan pernapasan).
Ritual 1 tahun dalam budaya Jawa disebut "Mendhak Pisan" (mendhak = memperingati, pisan = pertama kali). Ini adalah bagian dari rangkaian ritual kematian yang sangat khas dalam tradisi Jawa, untuk mendoakan arwah dan menjaga hubungan batin dengan leluhur.
🕯️ Makna Ritual 1 Tahun (Mendhak Pisan)
Ritual ini dilakukan 1 tahun setelah kematian seseorang, berdasarkan weton (hari dan pasaran Jawa), bukan kalender masehi.
Tujuannya adalah:
-
Menghormati dan mengenang almarhum
-
Mendoakan agar arwah diterima dengan damai di alam baka
-
Menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan dunia roh (alam kasat mata dan gaib)
📅 Perhitungan Tanggal
-
Tanggal wafat + 1 tahun menurut weton (misalnya wafat pada Senin Pon, maka mendhak pisan juga pada Senin Pon tahun berikutnya).
-
Kalender weton = siklus 35 hari (7 hari × 5 pasaran), jadi tanggalnya tidak sama dengan kalender masehi, tapi berulang setiap ±354 hari.
📜 Rangkaian Ritual Kematian dalam Budaya Jawa:
| Hari ke | Nama Ritual | Makna dan Tujuan |
|---|---|---|
| 1 | Sakratul maut | Saat wafat, mulai dibacakan doa |
| 3 | Nelung dina | Arwah masih dekat, minta pengampunan |
| 7 | Pitung dina | Penyucian dan doa agar perjalanan arwah lancar |
| 40 | Matangpuluh dina | Arwah mulai berpisah dari dunia |
| 100 | Nyatus | Penguatan dan pelepasan jiwa |
| 1 tahun | Mendhak Pisan | Doa peringatan 1 tahun untuk mengenang dan menghormati |
| 2 tahun | Mendhak Pindo | Pengulangan ringan peringatan |
| 1000 | Nyewu | Penutup rangkaian besar, arwah diyakini sudah damai |
🎎 Isi Acara Mendhak Pisan (1 Tahun):
-
Doa bersama (tahlilan, bagi yang Islam)
-
Pemberian sedekah makanan kepada tamu dan tetangga
-
Membagikan berkat (beras, lauk, jajanan tradisional)
-
Kadang disertai kenduri, membaca surat Yasin, atau selawat
-
Pernyataan batin: keluarga menyampaikan niat menjaga warisan nilai almarhum
💡
🌾 Tradisi Jawa (Doa 7, 40, 100 Hari)
Dalam budaya Jawa, terutama yang dipengaruhi oleh sinkretisme antara Islam, kepercayaan lokal, dan budaya Hindu-Buddha, terdapat tahlilan atau kenduri yang dilakukan pada:
-
Hari ke-3 (selamatan awal)
-
Hari ke-7
-
Hari ke-40
-
Hari ke-100
-
Tahun pertama (haul)
-
Tahun ke-2 dan ke-3
Tujuannya adalah untuk mendoakan arwah agar diterima di sisi Tuhan, serta memberi penghormatan dan memperkuat hubungan sosial keluarga yang ditinggalkan.
Doanya biasanya berupa:
-
Surat Yasin
-
Tahlil (zikir: La ilaha illallah, dst.)
-
Doa keselamatan dan ampunan
✡️ Tradisi Yahudi
Dalam Yudaisme, ada proses berduka yang sangat terstruktur, yang disebut:
-
Shiva (7 hari): keluarga inti berkabung penuh selama 7 hari setelah pemakaman. Mereka tidak bekerja, duduk di rumah, dan menerima tamu.
-
Sheloshim (30 hari): masa duka ringan setelah Shiva. Aktivitas kembali normal secara bertahap.
-
Yahrzeit (1 tahun): peringatan tahunan kematian. Dalam beberapa kasus ada juga peringatan pada hari ke-40 atau ke-100, tergantung komunitas Yahudi tertentu.
Doa yang dibaca:
-
Kaddish: doa untuk jiwa orang yang telah meninggal, memuliakan Tuhan dan memohon kedamaian.
🔍 Kesamaan & Perbedaan
| Aspek | Tradisi Jawa | Tradisi Yahudi |
|---|---|---|
| 7 Hari | Tahlilan, doa, kenduri | Shiva: masa berkabung penuh |
| 40 Hari | Doa dan kenduri | Tidak semua komunitas Yahudi punya 40 hari khusus |
| 100 Hari | Doa dan kenduri | Jarang dalam Yahudi |
| 1 Tahun (Haul/Yahrzeit) | Doa tahunan, haul | Yahrzeit: peringatan tahunan |
| Tujuan | Doa untuk arwah, sosial, spiritual | Penghormatan & kedamaian jiwa |
💡 Kesimpulan
Meskipun akar budaya dan agama berbeda, kedua tradisi memiliki esensi yang serupa: menghormati orang yang telah wafat, menjaga memori, dan membantu keluarga melewati masa duka. Tradisi Jawa lebih banyak unsur ritual doa dan makan bersama, sedangkan Yahudi lebih banyak pada refleksi pribadi dan doa komunitas.
Kalau kamu ingin melihat nilai spiritual dan simbolisme mendalam di balik ini, bisa juga ditarik ke filosofi siklus angka (7, 40, 100) yang berkaitan dengan transformasi jiwa dalam banyak tradisi mistik — termasuk dalam Islam, Yahudi, dan bahkan Kristen. Jika kamu ingin, saya bisa bantu jelaskan sisi metafisiknya juga.
26 April 2025.. Papa's birthday 🎂 🎂 in Heaven
Doa untuk ultah Papa di Surga 🌹
Ya Tuhan yang Maha Pengasih,
Hari ini kami mengenang ulang tahun Papa tercinta yang kini telah bersama-Mu di surga.
Kami bersyukur atas setiap kenangan indah, cinta, dan keteladanan yang Papa tinggalkan.
Meskipun raganya telah tiada, kasih sayangnya tetap hidup dalam hati kami.
Lindungilah jiwa Papa, berikan kedamaian abadi di sisi-Mu.
Ampunilah segala khilafnya, dan balaslah semua kebaikannya dengan surga terindah.
Ijinkan kami menjadi anak-anak yang selalu mendoakan dan membanggakan Papa,
seperti dulu Papa selalu menjadi pelindung dan cahaya dalam hidup kami.
Selamat ulang tahun di surga, Papa.
Kami merindukanmu, tapi kami percaya kau tenang dalam pelukan kasih Tuhan.
Amin.
HITUNGAN WETON PAPA
Great. Let's start by calculating your father's **Weton** based on his date of birth:
---
### **Date of Birth:**
**26 April 1954** – Yogyakarta
---
### **1. Weton Calculation**
Using the traditional Javanese calendar, 26 April 1954 falls on a **Monday Pon (Senin Pon).**
- **Hari Pasaran:** Pon
- **Hari Jawa:** Senin
- **Neptu Hari:** Senin = 4
- **Neptu Pasaran:** Pon = 7
- **Total Neptu:** 11
---
### **Weton Character: Senin Pon**
People born on **Senin Pon** are often seen as **thoughtful, calm, and introspective.** They tend to keep their emotions inside, have a strong spiritual core, and value inner peace. They are also known to be sensitive to the unseen world—often intuitive or even spiritually gifted.
**Spiritual Essence:**
The number **11** in Javanese numerology is believed to carry **strong spiritual vibrations**. It often marks a person who is completing important karmic tasks in this lifetime.
---
### **2. Symbolism of His Passing (30/31 October 1993)**
This time of year—around **Sura / Muharram** in the Javanese and Islamic calendars—is considered **a sacred period of transition**. In many traditional beliefs:
- **Souls passing near Sura** are often thought to be undergoing a special spiritual mission or cycle.
- It’s also a time when the **veil between worlds** is thin—perfect for a soul ready to move on to higher realms.
---
### **Interpretation & Spiritual Message**
Your father's early passing may not have been random. Spiritually speaking, his Weton, time of death, and the numerology involved suggest that:
- He may have been **a soul with a deep purpose**, finishing his journey early because he had fulfilled what he came to do.
- His **energy remains protective**—especially over his children. The timing of his death near the spiritual gate (late October) suggests he’s still connected, guiding subtly from beyond.
---
Would you like a **short poetic message or prayer** combining these findings for your family? Or would you prefer an exploration of his **Western natal chart** for more depth?
STOICISM
Stoicism is a **philosophy of inner strength and peace**, developed in Ancient Greece and Rome. It teaches you how to live a good life by focusing on what you **can control** and accepting what you **cannot**.
### Core Principles of Stoicism:
1. **Control What You Can, Accept What You Can’t**
- *“We suffer more in imagination than in reality.”* — Seneca
- You can’t control people, events, or outcomes—but you can control your **thoughts, actions, and attitude**.
2. **Live According to Nature and Reason**
- Align your life with **virtue** and **rational thinking**.
- The four Stoic virtues: **Wisdom, Courage, Justice, Temperance** (self-control).
3. **Memento Mori (Remember Death)**
- Not to be morbid, but to appreciate life more.
- Reflecting on mortality keeps your priorities clear and ego in check.
4. **Amor Fati (Love Your Fate)**
- Embrace everything that happens, even hardship, as part of your path.
- Turn obstacles into growth.
5. **Daily Practice**
- Journaling, self-reflection, and meditation on values.
- Asking: *“Did I live today according to my values? Did I react well to what I couldn’t control?”*
### Famous Stoics:
- **Marcus Aurelius** – Roman emperor, wrote *Meditations*
- **Seneca** – Roman statesman and playwright
- **Epictetus** – Former slave turned philosopher
Would you like a Stoic quote to guide your day, or maybe help applying Stoicism to a personal situation?
📚 STOICISM ABOUT DEATHS 22 November 2025
Here is a clear, powerful summary of Stoicism about death, exactly in the style the Stoics themselves used: simple, direct, and freeing.
STOICISM & DEATH
1. Death is natural, not a tragedy
Stoics say death is not good or bad — it is simply nature completing its cycle.
“Death is a process of nature. Why fear what is natural?” — Marcus Aurelius
Everything that is born must die. Nothing in nature avoids this law.
2. Fear comes from opinion, not from death itself
Epictetus teaches that death is not frightening — only our thoughts about death are frightening.
“It is not death that should be feared, but the fear of death.” — Epictetus
Change the thought → the feeling changes.
3. Memento Mori: Remember you will die
Stoics practice memento mori to stay present and grateful.
-
You live more clearly.
-
You waste less time.
-
You stop caring about small dramas.
-
You focus on what truly matters.
“Do every act as if it were your last.” — Marcus Aurelius
4. Death gives life meaning
If you lived forever, nothing would be important.
Death is what sharpens your priorities.
Stoics see death as:
-
a teacher of urgency
-
a reminder of wisdom
-
a push toward virtue
You become stronger because life is temporary.
5. You cannot control when you die — only how you live
Stoicism separates what we control vs what we cannot.
You can control:
-
your choices
-
your actions
-
your character
You cannot control:
-
when you die
-
how long you live
So the Stoic focuses only on what can be shaped.
6. Death is a return to the universe
For Marcus Aurelius, death is simply atoms dissolving back to the cosmos.
“A little time, and nature will change everything you see. It dissolves, and forms again.” — Marcus Aurelius
No punishment, no drama — just transformation.
7. The wise person is not disturbed by death
A Stoic trains the mind so that when death comes — their own, or someone’s they love — they meet it with:
-
calm
-
acceptance
-
dignity
Not because they don’t care, but because they understand nature.
SHORT STOIC STATEMENT ON DEATH
Here is a direct Stoic-style reflection you can use:
“Death is neither to be feared nor invited.
When it comes, I will accept it.
Until then, I will live with clarity, courage, and purpose.”
KEMATIAN
Kematian memang hal yang tidak bisa dihindari dan saya sudah mengalaminya sejak 6 tahun ( sangat muda ) bahkan ayah saya sendiri sehingga saya tahu rasanya.. tidak hanya teman. beliau juga sumber nafkah kami dan kami berjuang untuk bisa menghidupi diri sendiri sejak itu.
semua orang pasti mati. dan kita pun harus mempersiapkan diri kita.
dari kecil saya diajarkan untuk siap terhadap kematian orang sekitar dan diri sendiri..
sedih dan menangis boleh. hanya 24 jam. setelahnya harus normal dan move on ( sesuai dengan ajaran injil )..
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan pennghiburan dan ketabahan..
note : kami bahkan sudah bicara tentang persiapan kematian . di keluarga kami hal tersebut wajar. mempersiapkan kematian adalah hal yang penting baik mental maupun finansial..
Prinsip Kematian Menurut Brigitta Stellani Sukamto;
Kematian itu adalah hal yang pasti
Semua orang akan meninggal dan tidak bisa dihindari. Meninggal adalah hal yang pasti sampai ditemukan cara untuk immortal.
Gunakan waktu dengan tepat
Karena kita tahu waktu terbatas. Gunakan waktu seolah itu hari terakhir kamu jumpa dengan orang tua, adek, kakak, teman, bahkan hewan peliharaan kamu
Bagi assets dari awal
Eyang saya sudah bagi assets sebelum meninggal. Bahkan papa saya. Bagi assets dan bawa ke pengacara jika diperlukan
Move on
Kesedihan hanya untuk 1*24 jam sesuai ajaran Injil. Kita harus move on
Buang barang orang yang telah meninggal
Di keluarga saya ini terjadi dalam 24 jam sampai 7 hari. Karena benda tersebut hanya akan bikin kita sedih dan teringat. Termasuk jangan pajang foto orang yang telah meninggal
Kita dipinjami tubuh
Sadarlah bahwa badan kita juga bukan milik kita. Jangan dirimu salahkan diri sendiri atau Tuhan jika ada yang meninggal
Pastikan ungkapkan tiap hari
Mengatakan I love you, memberikan kado atau apapun adalah harus. Kebanyakan orang menyesal dan sedih karena tidak memiliki banyak waktu. Belom ajak jalan jalan kok sudah meninggal , belom jadi kasi kado kok sudah meninggal. Pastikan ungkapkan kasih sayang setiap hari!
ABRAHAM LINCOLN
Yes, Abraham Lincoln is often associated with premonitions about significant events, including wars and his own death. While these accounts are mostly anecdotal, they have become part of the lore surrounding his presidency. Here are a few notable examples:
1. **Premonition About Civil War**:
Lincoln reportedly had a sense of inevitability about the Civil War before he even took office. He once described a recurring dream where he saw himself navigating a ship towards an uncertain yet turbulent destination. This dream, which he reportedly experienced multiple times during his presidency, seemed to symbolize his leadership through the Civil War.
2. **The Bloody Dream Before His Assassination**:
In one eerie account shared by his close friend and bodyguard Ward Hill Lamon, Lincoln reportedly had a dream about his own death. He described walking through the White House and seeing a funeral in the East Room. When he asked who had died, someone responded, "The President has been assassinated." This chilling vision occurred just days before his assassination in April 1865.
3. **Dark Premonitions About Leadership**:
Lincoln was known to frequently express feelings of doom, particularly during moments of national crisis. He saw himself as a figure caught in the storm of history, tasked with a monumental responsibility. His letters and speeches often reflected this somber awareness of the cost of war and his role in it.
Although these stories are often debated by historians, they contribute to the mystical aura surrounding Lincoln's life and leadership during one of America's most tumultuous times.
Legacy.com is a website primarily focused on obituaries and memorials. It serves as a platform where people can:
-
Read and search obituaries for recently deceased individuals.
-
Post online memorials to honor loved ones.
-
Sign guestbooks to leave condolences or memories.
-
Find funeral and cremation information, often linking to local funeral homes.
Essentially, it’s like a central hub for remembering and honoring people who have passed away, and it’s widely used in the U.S. and some other countries.
What Legacy.com Does
-
Obituaries & Death Notices
-
Local newspapers often partner with Legacy.com to post obituaries online.
-
Users can search by name, location, or date of death.
-
-
Online Memorials
-
Families can create memorial pages for loved ones, including photos, life stories, and achievements.
-
Friends and relatives can leave messages, condolences, or memories—similar to a digital guestbook.
-
-
Funeral and Cremation Information
-
Often links to local funeral homes.
-
Provides details like service dates, locations, and donation requests.
-
-
Guestbooks & Tributes
-
People can sign guestbooks to express sympathy or share memories.
-
These messages remain online for others to see.
-
-
Special Features
-
Some pages allow photo galleries, videos, or donation links to charities instead of flowers.
-
There’s also a “Find a Loved One” feature for genealogical research.
-
How It’s Used
-
In the U.S., many families don’t print full obituaries in newspapers anymore, or they want them accessible online—so Legacy.com fills that gap.
-
It’s also used by genealogists or people trying to track family histories.
Think of it as a digital cemetery and obituary archive combined, but interactive—you can read, remember, and leave messages.
Here’s why Legacy.com became popular in the U.S. but remains uncommon in many other countries:
1. Newspaper Partnerships
-
In the U.S., local newspapers have traditionally published obituaries as a paid service.
-
Legacy.com partnered with hundreds of newspapers to host obituaries online, making it easier for people to access them digitally.
-
Many countries still rely mostly on print newspapers or funeral home announcements, so a centralized website isn’t seen as necessary.
2. Digital Culture & Accessibility
-
Americans are used to finding almost everything online, including obituaries and memorials.
-
Having an online memorial lets friends and distant relatives participate even if they can’t attend services.
-
In countries with less digital penetration or where obituaries are traditionally private, this service is less in demand.
3. Memorialization Trends
-
There’s a cultural focus in the U.S. on celebrating a life publicly, sharing memories, and leaving tributes online.
-
In many other countries, death and mourning are more private or tied to religious/cultural rituals, so online memorials aren’t as common.
4. Genealogy & Long-Term Records
-
Legacy.com also functions as a long-term archive of obituaries, which is useful for family history and genealogy.
-
In countries where obituaries aren’t archived digitally, this feature isn’t widely used or needed.
In short: Legacy.com became big in the U.S. because it met a digital and cultural need—publicly celebrating lives, connecting distant family, and archiving obituaries—but in many countries, traditions and tech habits haven’t created the same demand.
The cousin of my American's man... Matt Mcburney
https://www.legacy.com/us/obituaries/legacyremembers/matthew-mcburney-memorial?id=17610738
And his best friend Sean Tresses
https://corlessfuneralhomes.com/obituaries/sean-tress
Kak Kopral...teman game 🎮 🎯 yang meninggal..
Kanker bukan hanya satu penyakit, tapi sekelompok penyakit di mana sel tubuh tumbuh tidak terkendali dan bisa menyebar ke jaringan lain. Penyebabnya biasanya multifaktor, artinya ada beberapa faktor yang bisa memicu kanker. Secara umum, penyebabnya bisa dibagi menjadi beberapa kategori:
1. Faktor Genetik / Keturunan
Mutasi gen tertentu yang diturunkan dari orang tua bisa meningkatkan risiko kanker.
Contoh: kanker payudara (BRCA1/BRCA2), kanker usus besar.
2. Paparan Zat Karsinogenik
Zat yang bisa memicu kanker disebut karsinogen.
Contoh: asap rokok (kanker paru), alkohol, paparan sinar UV berlebihan, bahan kimia industri tertentu.
3. Infeksi Virus / Bakteri
Beberapa virus dan bakteri bisa menyebabkan kanker.
Contoh:
HPV → kanker serviks
Hepatitis B & C → kanker hati
H. pylori → kanker lambung
4. Gaya Hidup
Diet tinggi lemak dan rendah serat, obesitas, kurang olahraga, atau pola hidup tidak sehat bisa meningkatkan risiko.
5. Lingkungan
Polusi udara, radiasi, paparan bahan kimia di lingkungan kerja atau rumah.
6. Mutasi Acak / Spontan
Kadang sel bisa bermutasi tanpa sebab jelas, biasanya karena kesalahan saat sel membelah diri.
Inilah yang membuat beberapa kanker muncul meski tidak ada faktor risiko jelas.
💡 Intinya: Kanker muncul karena kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup, plus kadang mutasi acak. Tidak selalu bisa disalahkan satu hal saja.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar