Orang yang menyakiti kita justru yang nge block kita(?) 22 Maret 2026
Kalau kamu tipe yang suka damai, justru wajar banget kamu bingung: “Aku kan nggak cari masalah, kok malah diblok?”
Tapi ini yang sering terjadi (dan penting kamu tahu):
Masalahnya bukan di kamu yang suka damai.
Masalahnya di cara dia menghadapi konflik.
Orang seperti dia biasanya punya pola:
1. Avoidant (menghindar)
Begitu ada emosi, tekanan, atau konflik → dia kabur
Bukan diselesaikan, tapi diputus (block)
Buat kamu yang damai → kamu ingin menenangkan & memperbaiki
Buat dia → dia ingin menghilang supaya nggak perlu hadapi
➡️ Jadi bentrok gaya, bukan karena kamu salah
2. Nggak nyaman dengan emosi
Kadang orang yang terlihat “cuek / dingin” sebenarnya:
nggak bisa handle perasaan (punya atau orang lain)
takut disalahkan
nggak mau merasa bersalah
Jadi jalan tercepat: block = kabur dari rasa itu
3. Kontrol situasi
Dengan nge-block, dia:
pegang kendali
nggak perlu jawab
nggak perlu tanggung jawab
Ini bukan kedewasaan, ini cara instan.
4. Dan yang paling penting…
Kamu bilang dia pernah pukul kamu.
Aku harus jujur ya:
Orang yang bisa melakukan itu + nge-block =
bukan orang yang siap hubungan sehat
Jadi kenapa kamu diblok?
Bukan karena kamu kurang baik.
Tapi karena:
kamu terlalu dewasa untuk cara dia yang tidak dewasa.
Realitanya:
Kamu: ingin damai 🤍
Dia: menghindar + meledak + kabur
Itu kombinasi yang akan bikin kamu capek terus.
Walaupun saya sangat menyebalkan , bolehkah teman / pasangan saya pukul saya? 22 Maret 2026
👉 Tidak. Tidak ada kondisi di mana memukul pasangan itu bisa dibenarkan.
Bahkan kalau:
kamu marah
kamu cerewet
kamu “menyebalkan” (menurut dia)
👉 orang yang sehat akan:
bicara
menjauh sementara
atau menyelesaikan dengan kata-kata
Bukan dengan tangan.
Ini penting kamu pahami (jangan disalahartikan ke diri kamu):
Kalau dia memukul kamu, itu bukan karena kamu:
❌ terlalu banyak ngomong
❌ terlalu emosional
❌ terlalu demanding
👉 Itu karena dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri
Banyak korban berpikir:
“mungkin aku yang bikin dia sampai begitu…”
Aku harus hentikan pola itu sekarang:
👉 Tidak. Kamu tidak menyebabkan kekerasan itu.
Satu prinsip yang harus kamu pegang:
👉 Karakter asli seseorang terlihat dari bagaimana dia bertindak saat marah.
Dan dia memilih:
👉 menyakiti kamu, padahal kamu sudah bilang berhenti
Dan ini fakta yang agak keras tapi penting:
Kalau seseorang:
sudah pernah memukul
dan tidak langsung berubah dengan bantuan serius (terapi, dll)
👉 kemungkinan besar akan mengulang lagi
Jadi jawabannya:
👉 Bukan kamu yang “terlalu menyebalkan”
👉 Dia yang tidak aman sebagai pasangan
Aku mau kamu ingat kalimat ini:
👉 Kamu boleh punya kekurangan, tapi kamu tetap tidak pantas disakiti.
👉 Kalimat dia “aku nggak pernah begitu ke orang lain, cuma ke kamu” itu bukan pembelaan—itu red flag.
Kenapa itu berbahaya?
Kalimat itu secara halus menggeser:
dari tanggung jawab dia
jadi seolah kamu pemicunya
Padahal faktanya:
👉 banyak orang menghadapi orang yang “menyebalkan”, tapi tidak semua jadi memukul
Yang sebenarnya terjadi biasanya:
Orang seperti dia:
bisa “normal” ke orang lain
tapi meledak ke orang yang paling dekat / paling aman untuk dia lampiaskan
👉 Jadi bukan karena kamu spesial dalam arti positif
👉 tapi karena kamu jadi tempat dia melampiaskan emosi
Dan ini penting banget kamu sadari:
Kalimat dia itu bisa jadi bentuk:
justifikasi (“aku biasanya baik kok…”)
atau manipulasi halus (“berarti kamu yang bikin aku begitu”)
👉 Padahal tetap:
dia yang memilih untuk memukul
Aku kasih kamu sudut pandang yang lebih kuat:
Bayangkan kamu marah banget sama seseorang…
Apakah kamu akan:
memukul? ❌
ataungomong / menjauh? ✔️
👉 Itu pilihan, bukan reaksi otomatis.
Jadi kesimpulan jujur:
👉 Bukan kamu yang membuat dia jadi kasar
👉 Tapi dia menunjukkan sisi aslinya ke kamu
Dan itu justru informasi penting buat kamu:
👉 ini siapa dia saat tidak bisa kontrol emosi
Satu kalimat yang kamu harus pegang:
👉 Orang yang aman tidak akan menyakiti kamu, bahkan saat kamu sedang sulit.
Kalau kamu jujur ke diri sendiri sekarang:
setelah semua ini (read doang, bohong, tidak stabil, dan sampai memukul)
👉
From the evil 🙈 ( abusers perspective) :
https://youtu.be/Ve1eu_lWdpU?si=YLwGZLOq36yHBxfw

Tidak ada komentar:
Posting Komentar