Jumat, 18 September 2026

Year 2045

 


Final device is brain 10/10 20 September 2026

https://youtu.be/G38H84Vjf0E?si=n6U7Sy3mbPBvTVPS

Triple Singularity 10/10 19 September 2026 

https://youtu.be/bUT2sr6q0J8?si=DFS77zpam8VlOPDa 

( credit : was popularized by the YouTube channel Technomics) 

1. 🧠 Infinite Intelligence

AI membuat kecerdasan menjadi komoditas yang sangat murah.

Dulu:

1 manusia → 1 unit kecerdasan → dibayar per jam.

Dengan AI:

1 model → bisa melayani jutaan orang sekaligus → biaya tambahan per tugas mendekati nol.

Artinya bukan kecerdasan benar-benar “tak terbatas”, tetapi kapasitas kognitif yang dapat diakses menjadi sangat melimpah dan murah.

2. 🤖 Zero Marginal Cost Labor

Ini adalah tahap ketika AI tidak lagi hanya berada di komputer.

AI + robotics = kecerdasan dapat melakukan pekerjaan fisik.

Misalnya:

  • produksi

  • gudang

  • konstruksi

  • pertanian

  • restoran

  • delivery

  • cleaning

  • perawatan

  • bahkan sebagian pekerjaan profesional

Kuncinya adalah marginal cost: setelah robot dan infrastrukturnya tersedia, biaya untuk menambah satu unit pekerjaan bisa turun sangat rendah.

3. 📉 Deflationary Economics

Kemudian muncul efek yang paling radikal.

Jika:

AI murah → tenaga kerja murah → produksi melimpah → harga turun

maka ekonomi bisa bergerak dari scarcity economy menuju abundance economy.

Tetapi ada paradoks besar:

Harga barang ↓
sementara
nilai tenaga manusia tradisional ↓

Jadi orang bisa menghadapi dunia di mana barang semakin murah tetapi penghasilan dari bekerja justru semakin sulit diperoleh.


Yang menarik: ketiganya saling memperkuat

Secara sederhana:

Infinite Intelligence
↓
AI mengendalikan software & robot
↓
Zero Marginal Cost Labor
↓
produksi meningkat drastis
↓
Deflationary Economics
↓
barang/jasa semakin murah
↓
AI + robot semakin terjangkau
↓
Infinite Intelligence semakin kuat

Jika hampir semua hal bisa diproduksi dengan sangat murah, tetapi pekerjaan manusia tidak lagi menjadi sumber utama pendapatan, dari mana manusia mendapatkan purchasing power?

Di situlah konsep UBI, universal basic services, ownership of AI/robots, sovereign wealth funds, atau bentuk distribusi modal baru menjadi relevan... 

Triple Singularity.. Diagram by me.. Brigitta Stellani Sukamto. Idea 💡/ inspired by Technomics
Triple Singularity.. Diagram by me.. Brigitta Stellani Sukamto. Idea 💡/ inspired by Technomics

Triple Singularity.. Diagram by me.. Brigitta Stellani Sukamto. Idea 💡/ inspired by Technomics



⚡ TRIPLE SINGULARITY

🧠 1. INFINITE INTELLIGENCE

AI makes intelligence abundant and almost free.
The cost of knowledge, analysis & problem-solving → near zero.

🤖 2. ZERO-COST LABOR

AI + robotics automate physical & digital work.
The marginal cost of labor → near zero.

📉 3. DEFLATIONARY ECONOMICS

Abundant production → dramatically lower prices.
But the traditional value of human labor → declines.

♾️ THE LOOP

Intelligence → Labor → Abundance → Deflation → More Technology


Year 2032 2045 Ray Kurzweil 19 September 2026

2029 → AI human-level
2030–32 → biotech/longevity mulai sangat disruptive
2030s → AI semakin dominan + kemungkinan brain/AI integration
2045 → Singularity / manusia + machine intelligence → perubahan peradaban yang sangat besar

Dan menariknya, sekarang kita sudah berada di 2026, jadi menurut timeline Kurzweil, kita hanya sekitar 3 tahun dari milestone 2029 dan ~6 tahun dari awal 2030-an. Itu sebabnya prediksi dia sekarang terasa jauh lebih relevan dibanding ketika pertama kali dia menulisnya pada 2005


Stellani 2045 Research 23 September 2026

Setelah menyadari semua ini.. saya melakukan riset dan memejamkan mata saya.. saya melihat bahwa di Indonesia,, Yogyakarta khususnya.. toko kelontong, driver ojek online, penjaja makanan, mahasiswa.. mereka semua hidup untuk survive..

Survival mode 📳 mereka tidak menggunakan bakat dan talenta. Kita lahir punya talenta. Di sekolah kita diajarkan pengetahuan, lalu dibikin ada lembaga training, sertifikasi. Buat apa? Kalau punya sertifikasi khusus, dia dapat gaji lebih tinggi. Posisi lebih tinggi .. mereka hidup tapi tidak benar benar hidup. 

Lalu mereka menikah dan punya anak dan punya tanggung jawab untuk mensupport keluarga,baik orang tua, istri / suami, dan anak. Bahkan kalau ada sepupu dan teman yang butuh bantuan mereka.

Failed. Sistem ini sangat gagal.

Seharusnya yang jadi koki adalah yang punya kesukaan atau bakat masak.

Seharusnya yang jadi pemimpin adalah orang yang beruntung dan jago strategi sebagai pemimpin.

1. Wrong people in the wrong position.

~ ini awal permasalahannya 

Lalu orang beberapa hidup menjadi scammer, mencuri identitas, korupsi.. karena mereka ada di sistem yang salah ini

Comparing characteristics kemudian dibikin perbandingan perbandingan. Mana yang lebih banyak followers, mana yang lebih terkenal. Pangkat mana yang lebih tinggi. Rasanya bakat berbeda, kok alat ukur sama. Beras dan air itu beda. Ga usah dibandingkan.

Beberapa orang salah jalan dengan kehilangan semua aset yang mereka punya. Beberapa tidak kuat hidup dan mengakhiri hidupnya.

Tapi jumlah manusia sendiri sudah sangat banyak. Apa memang population control 🛂 🎛️ merupakan solusi (?)



Catatan: Artikel ini dibuat berdasarkan hasil riset serta tambahan opini dari Brigitta Stellani Sukamto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PROJECT AIR BERSIH CLEAN WATER SIAGA TIRTO AJI

  Penghargaan Siaga Tirto Aji  6 Oktober 2026 Brigitta Stellani Sukamto, the President Rotary Club of Yogyakarta Malioboro is holding a fram...