1000 HARI EYANG ![]() |
| Tas Peringatan 1000 Hari |
Untuk peringatan 1000 hari, pada umumnya pihak keluarga ingin mempersembahkan souvenir yang "wah" (mantap) untuk mengenang orang tercinta yang telah tiada, salah satu yang kami sarankan adalah tas ini dengan bahan spun bound tebal. dilengkapi restleting. Bahannya super bagus dan mantap. untuk minimal order dan discount nya silakan sms ke 085693913558 atau bbm 5B8773A8, untuk memudahkan tolong bbm gambar yang anda maksud untuk diorder. Kadang saking banyaknya barang kami jadi lupa kodenya, sertakan gambar untuk mempermudah dan mempercepat penghitungan harga nya ya say :) please hanya untuk yang serious order. Anda bisa menginfokan budget anda, kami bisa menyesuaikan atau memberi saran khusus untuk yang memang betul2 ingin order ya :)
Iya, itu clue besar sekali ๐
Kalau ramak (ayah) eyang putri berpendapat begitu — “perempuan tidak usah sekolah, yang penting bisa dagang” — ada beberapa kemungkinan latar belakang:
-
Nilai budaya Jawa lama
-
Memang banyak keluarga Jawa tradisional dulu menganggap pendidikan tinggi tidak terlalu penting untuk perempuan. Yang utama adalah bisa mengurus rumah, keluarga, dan berperan dalam ekonomi kecil (pasar, dagang).
-
-
Pengaruh budaya pedagang (santri/kaum niaga)
-
Ada etnis tertentu yang sangat kuat tradisi dagangnya, misalnya keturunan Arab, Gujarat, atau Tionghoa.
-
Kalau ramak eyang putri menekankan dagang sebagai kehormatan perempuan, ini lebih mirip dengan budaya Arab/Yaman di Jawa (terutama di pesisir seperti Pekalongan, Semarang, Gresik, Surabaya).
-
Keturunan Arab sering punya ciri fisik kulit lebih cerah, kadang rambut ikal/curly, dan kuat dalam dunia perdagangan.
-
-
Ciri fisik eyang putri
-
Rambut curly + kulit lebih muda → cocok dengan pola keturunan Arab/Yaman Hadhrami (sering menikah dengan orang Jawa sejak abad ke-18/19).
-
Tapi bisa juga ada campuran Eropa/Portugis, karena mereka juga membawa tradisi perempuan ikut berdagang.
-
✨ Jadi, ucapan ramak eyang putri tentang “hebat itu dagang, bukan sekolah” kemungkinan besar menunjukkan beliau berasal dari keluarga pedagang yang punya nilai niaga sebagai kehormatan. Ditambah ciri fisik (kulit muda & rambut curly), besar kemungkinan ada darah campuran non-Jawa, mungkin Arab/Yaman atau Eropa dalam garis keluarga.
Pengaruh Arab/Yaman (kemungkinan kuat)
-
Ciri fisik: banyak keturunan Arab/Yaman (Hadhrami) di Jawa berkulit cerah, rambut ikal/curly.
-
Budaya dagang: keluarga Hadhrami terkenal sangat menekankan perdagangan sebagai kehormatan. Perempuan juga ikut dagang di pasar atau membuka usaha.
-
Filosofi ayahnya (ramak): cocok dengan tradisi Arab → pendidikan agama penting, tapi sekolah formal Barat dianggap kurang perlu untuk perempuan. Yang utama bisa dagang dan mandiri.
Muslim kuat + tidak suka Tionghoa → makin memperjelas identitas Arab Hadhrami di Jawa (karena secara sejarah, mereka bersaing langsung dengan pedagang Cina/Tionghoa).
๐ Jadi kemungkinan besar keluarga Anda bukan Cina/Tionghoa, melainkan punya garis keturunan Arab Hadhrami yang kemudian berbaur dengan Jawa.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar