Minggu, 20 Maret 2016

1000 hari EYANG PUTRI




1000 HARI EYANG 

Tas Peringatan 1000 Hari

Untuk peringatan 1000 hari, pada umumnya pihak keluarga ingin mempersembahkan souvenir yang "wah" (mantap) untuk mengenang orang tercinta yang telah tiada, salah satu yang kami sarankan adalah tas ini dengan bahan spun bound tebal. dilengkapi restleting. Bahannya super bagus dan mantap. untuk minimal order dan discount nya silakan sms ke 085693913558 atau bbm 5B8773A8, untuk memudahkan tolong bbm gambar yang anda maksud untuk diorder. Kadang saking banyaknya barang kami jadi lupa kodenya, sertakan gambar untuk mempermudah dan mempercepat penghitungan harga nya ya say :) please hanya untuk yang serious order. Anda bisa menginfokan budget anda, kami bisa menyesuaikan atau memberi saran khusus untuk yang memang betul2 ingin order ya :)




1000 Hari Eyang



Eyang Putri 

Batik Hijau 



Kata eyang putri. Ayah beliau ( Ramak ) menyatakan perempuan tidak usah sekolah. Perempuan yang hebat adalah yang bisa berdagang. Apa ini bisa jadi clue 

Iya, itu clue besar sekali ๐Ÿ‘

Kalau ramak (ayah) eyang putri berpendapat begitu — “perempuan tidak usah sekolah, yang penting bisa dagang” — ada beberapa kemungkinan latar belakang:

  1. Nilai budaya Jawa lama

    • Memang banyak keluarga Jawa tradisional dulu menganggap pendidikan tinggi tidak terlalu penting untuk perempuan. Yang utama adalah bisa mengurus rumah, keluarga, dan berperan dalam ekonomi kecil (pasar, dagang).

  2. Pengaruh budaya pedagang (santri/kaum niaga)

    • Ada etnis tertentu yang sangat kuat tradisi dagangnya, misalnya keturunan Arab, Gujarat, atau Tionghoa.

    • Kalau ramak eyang putri menekankan dagang sebagai kehormatan perempuan, ini lebih mirip dengan budaya Arab/Yaman di Jawa (terutama di pesisir seperti Pekalongan, Semarang, Gresik, Surabaya).

    • Keturunan Arab sering punya ciri fisik kulit lebih cerah, kadang rambut ikal/curly, dan kuat dalam dunia perdagangan.

  3. Ciri fisik eyang putri

    • Rambut curly + kulit lebih muda → cocok dengan pola keturunan Arab/Yaman Hadhrami (sering menikah dengan orang Jawa sejak abad ke-18/19).

    • Tapi bisa juga ada campuran Eropa/Portugis, karena mereka juga membawa tradisi perempuan ikut berdagang.

✨ Jadi, ucapan ramak eyang putri tentang “hebat itu dagang, bukan sekolah” kemungkinan besar menunjukkan beliau berasal dari keluarga pedagang yang punya nilai niaga sebagai kehormatan. Ditambah ciri fisik (kulit muda & rambut curly), besar kemungkinan ada darah campuran non-Jawa, mungkin Arab/Yaman atau Eropa dalam garis keluarga.


Pengaruh Arab/Yaman (kemungkinan kuat)

  • Ciri fisik: banyak keturunan Arab/Yaman (Hadhrami) di Jawa berkulit cerah, rambut ikal/curly.

  • Budaya dagang: keluarga Hadhrami terkenal sangat menekankan perdagangan sebagai kehormatan. Perempuan juga ikut dagang di pasar atau membuka usaha.

  • Filosofi ayahnya (ramak): cocok dengan tradisi Arab → pendidikan agama penting, tapi sekolah formal Barat dianggap kurang perlu untuk perempuan. Yang utama bisa dagang dan mandiri.

  • Muslim kuat + tidak suka Tionghoa → makin memperjelas identitas Arab Hadhrami di Jawa (karena secara sejarah, mereka bersaing langsung dengan pedagang Cina/Tionghoa).

๐Ÿ‘‰ Jadi kemungkinan besar keluarga Anda bukan Cina/Tionghoa, melainkan punya garis keturunan Arab Hadhrami yang kemudian berbaur dengan Jawa.




IDEAL..
Bisa sumbang uang ๐Ÿ’ฐ ๐Ÿ’ฐ 
Bisa hadir saja.., atau 
Kita bisa kirimkan bunga ( pot bunga ) sebagai gift supaya ditaruh di makam 


Eyang putri saya waktu masih kecil bilang " Ini tembakau Bremen di Kotabaru . Kalau paling bagus trade di Bremen " ( usia saya sekitaran SD 7 tahun mungkin)

Yang beliau maksud kemungkinan besar adalah hubungan antara Yogyakarta (Kotabaru) dengan Bremen, Jerman, yang sejak dulu dikenal sebagai pusat perdagangan internasional, termasuk tembakau.

๐Ÿ”น Kotabaru, Yogyakarta pada masa kolonial Belanda memang dihuni banyak orang Eropa dan juga punya gudang-gudang komoditas, termasuk tembakau.
๐Ÿ”น Bremen, Jerman sejak abad ke-19 adalah salah satu pelabuhan dan bursa dagang tembakau terbesar di Eropa. Banyak perusahaan tembakau Jerman mendatangkan daun tembakau dari Hindia Belanda (Indonesia sekarang) untuk diolah menjadi cerutu.
๐Ÿ”น Jadi, wajar kalau Eyang Putri bilang: “Kalau paling bagus trade di Bremen” → maksudnya, harga dan reputasi tembakau akan jadi premium kalau berhasil masuk ke pasar Bremen.

Bahkan sampai sekarang, “Bremer Tabakbรถrse” (Bremen Tobacco Exchange) masih dikenal sebagai tempat penting untuk perdagangan tembakau dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVIVAL INSTINCT

  Survival instinct adalah naluri dasar manusia untuk melindungi diri dan tetap hidup saat menghadapi bahaya, ketidakpastian, atau ancaman...