Kamis, 27 Agustus 2015

pengawet dan pemanis buatan







❓ Berapa banyak bahan tambahan kimia (food additives) dalam makanan?

๐Ÿ‘‰ TIDAK ADA angka pasti, karena tergantung jenis makanannya.


๐Ÿ” Gambaran umum (realistis & praktis)

๐Ÿฅ— Makanan segar / minim proses

Contoh: buah, sayur, ikan segar, nasi

  • 0 – 1 additive

  • Kadang tidak ada sama sekali

๐Ÿž Makanan olahan ringan

Contoh: roti, keju, yogurt, sosis sederhana

  • 2 – 5 additives

  • Biasanya:

    • Pengawet

    • Emulsifier

    • Penstabil

๐Ÿœ Makanan ultra-proses

Contoh: mie instan, snack, minuman kemasan, frozen food

  • 10 – 30+ additives

  • Bisa termasuk:

    • Pewarna

    • Perisa buatan

    • Penguat rasa (MSG, disodium inosinate, dsb.)

    • Pengawet

    • Antioksidan

    • Penstabil

๐Ÿ“Œ Rekor ekstrem:
Beberapa produk ultra-proses bisa mengandung 40+ bahan tambahan.


๐Ÿงช Cara kamu tahu jumlah pastinya

Lihat label komposisi:

1️⃣ Semakin panjang daftarnya, semakin banyak additive
2️⃣
Nama yang mencurigakan:

  • Berawalan E- (E102, E621)

  • Kata sodium, mono-, di-, artificial

  • Flavor, coloring, preservative

Contoh nyata:

Ingredients: wheat flour, palm oil, salt, E621, E627, E631, TBHQ, artificial flavor

➡️ Itu sudah 5–7 additive


๐Ÿง  Kesimpulan jujur

Bukan soal “ada atau tidak”, tapi “berapa banyak & seberapa sering”.

Tubuh manusia masih bisa toleransi sedikit,
tapi konsumsi rutin ultra-proses = akumulasi beban tubuh. ๐ŸŒฟ




Creamer itu memang dibuat sebagai pengganti susu, terutama untuk kopi atau teh.

Fungsi utama creamer:

  1. Melembutkan rasa → bikin kopi/teh lebih creamy dan tidak terlalu pahit.

  2. Memberi warna → minuman jadi lebih “milky look”.

  3. Meningkatkan tekstur → ada rasa gurih/lemak seperti susu.

  4. Praktis → bentuk bubuk atau cair kemasan, lebih awet dibanding susu segar.


๐Ÿ“Œ Tapi ada perbedaan niatnya:

  • Susu asli → sumber protein, kalsium, vitamin.

  • Creamer → lebih ke rasa & tekstur saja, nutrisinya minim, sering hanya lemak + gula.

Jadi, kalau tujuannya sehat dan bergizi, susu lebih baik.
Kalau hanya untuk bikin kopi lebih enak, creamer bisa dipakai — tapi jangan sering.

๐Ÿ‘‰ 


๐ŸŒฝ Kandungan Sirup Jagung (High Fructose Corn Syrup / HFCS)

  • Dibuat dari pati jagung → dipecah jadi glukosa lalu diubah sebagian jadi fruktosa (biasanya 42–55%).

  • Fruktosa ini lebih cepat diserap hati → kalau berlebihan, hati mengubahnya jadi lemak.

  • Efek jangka panjang konsumsi sering:

    • Risiko obesitas ⚖️

    • Resistensi insulin → bisa memicu diabetes tipe 2

    • Kolesterol & trigliserida naik → risiko jantung

    • Bisa meningkatkan peradangan di tubuh

Jadi, sirup jagung tidak “beracun langsung”, tapi berbahaya kalau sering & berlebihan.


Creamer (Kopi Instan/Non-dairy creamer)

  • Kandungan utama biasanya:

    • Minyak nabati terhidrogenasi / trans fat → ini bisa bahaya karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL).

    • Gula / sirup glukosa → sama seperti pemanis tambahan.

    • Pengental & pewarna (misalnya natrium kaseinat, dll).

  • Kalau sering dipakai:

    • Risiko jantung & pembuluh darah ๐Ÿซ€

    • Berat badan naik

    • Tidak baik untuk orang dengan masalah gula darah


๐Ÿ‘‰ Jadi benar, sirup jagung dan creamer sama-sama sebaiknya dibatasi.
Kalau mau lebih sehat:

  • Untuk manis → pilih stevia, gula kelapa, atau madu asli

  • Untuk kopi/teh → pakai susu rendah lemak atau susu almond/oat tanpa gula





27 Agustus 2016

Beberapa waktu ini, terpikir untuk hidup lebih sehat... Disinilah awal keingintahuan akan komposisi makanan yang selama ini dimakan. Salah satunya adalah makanan instant. Disini akan dijelaskan secara simple,, semoga berguna untuk pengetahuan anda... 

PENGAWET::
Antioksidan (TBHQ). Kepanjangan dari TBHQ sendiri adalah tert-Butylhydroquinone (TBHQ, tertiary butylhydroquinone). Di dalam makanan digunakan sebagai pengawet. Preservative. Merupakan bahan tambahan yang digunakan untuk memperpanjang usia dari makanan, supaya lebih tahan lama, lebih awet.  



Natrium benzoat dan natrium metabisulfit. 2 jenis zat ini saya temukan pada produk saos sambal dan saos tomat instant. Keduanya digunakan untuk pengawet. Untuk natrium benzoat sendiri merupakan pengawet buatan yang diproduksi dengan mereaksikan sodium hidroksida dengan benzoid acid (asam benzoat). Benzoid acid secara natural dimiliki oleh beberapa buah yang biasa kita makan. kandungan benzoid acid nya dalam kadar rendah tentunya. Anda bisa menemukannya pada buah cranberries, cinnamon (kayu manis), apel, dll. 



PEMANIS ::
Beberapa produk instant cukup baik dengan memberikan keterangan seperti :mengandung pemanis buatan, tidak disarankan untuk anak di bawah 5 tahun dan ibu hamil menyusui. Adapun contoh pemanis secara umum adalah suklarosa, aspartame, saccharin, asesulfam-K.  

Suklarosa/sucralose,,, 
  • kira-kira 320 sampai 1000 kali lipat lebih manis dari sucrose/sukrosa. Adapun sukrosa sendiri adalah nama lain dari gulam yang dibuat dari 2 bagian, yaitu glukosa + fruktosa. Bahasa mudahnya, sukrosa adalah gula pasir atau gula meja pada umumnya dan ditemukan secara alami pada tebu dan bit. 
  • dua kali lipat lebih manis dari saccharin/sakarin.
  • tiga kali lipat lebih manis dari aspartame. 
Asesulfam-K memiliki nama lain acesulfame potassium, dimana K adalah simbol dari potassium. Merupakan pemanis buatan yang 200 kali lipat lebih manis dari sukrosa/gula pada umumnya. 

Disini pandangan subjektif, coba anda bayangkan jika anda makan gula dengan tingkat manis yang ratusan hingga ribuan kali lipat dari gula biasa. Ini sangat menguntungkan bagi produsen karena mereka mampu memproduksi dengan biaya lebih rendah dengan pemanis buatan karena sedikit saja rasanya sudah super duper manis.  Di pasaran yang saya temui, hampir semua sirup mengandung salah satu dari pemanis ini. 





Saya tidak melarang anda untuk tidak mengkonsumsi karena intinya apa saja kalau masih dalam kadar normal dan bisa diterima tubuh tidak masalah. Tapi ingat, jangan sampai berlebihan. Tidak bagus untuk kesehatan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVIVAL INSTINCT

  Survival instinct adalah naluri dasar manusia untuk melindungi diri dan tetap hidup saat menghadapi bahaya, ketidakpastian, atau ancaman...