❓ Berapa banyak bahan tambahan kimia (food additives) dalam makanan?
๐ TIDAK ADA angka pasti, karena tergantung jenis makanannya.
๐ Gambaran umum (realistis & praktis)
๐ฅ Makanan segar / minim proses
Contoh: buah, sayur, ikan segar, nasi
0 – 1 additive
Kadang tidak ada sama sekali
๐ Makanan olahan ringan
Contoh: roti, keju, yogurt, sosis sederhana
2 – 5 additives
Biasanya:
Pengawet
Emulsifier
Penstabil
๐ Makanan ultra-proses
Contoh: mie instan, snack, minuman kemasan, frozen food
10 – 30+ additives
Bisa termasuk:
Pewarna
Perisa buatan
Penguat rasa (MSG, disodium inosinate, dsb.)
Pengawet
Antioksidan
Penstabil
๐ Rekor ekstrem:
Beberapa produk ultra-proses bisa mengandung 40+ bahan tambahan.
๐งช Cara kamu tahu jumlah pastinya
Lihat label komposisi:
1️⃣ Semakin panjang daftarnya, semakin banyak additive
2️⃣ Nama yang mencurigakan:
Berawalan E- (E102, E621)
Kata sodium, mono-, di-, artificial
Flavor, coloring, preservative
Contoh nyata:
Ingredients: wheat flour, palm oil, salt, E621, E627, E631, TBHQ, artificial flavor
➡️ Itu sudah 5–7 additive
๐ง Kesimpulan jujur
Bukan soal “ada atau tidak”, tapi “berapa banyak & seberapa sering”.
Tubuh manusia masih bisa toleransi sedikit,
tapi konsumsi rutin ultra-proses = akumulasi beban tubuh. ๐ฟ
Creamer itu memang dibuat sebagai pengganti susu, terutama untuk kopi atau teh.
✨ Fungsi utama creamer:
-
Melembutkan rasa → bikin kopi/teh lebih creamy dan tidak terlalu pahit.
-
Memberi warna → minuman jadi lebih “milky look”.
-
Meningkatkan tekstur → ada rasa gurih/lemak seperti susu.
-
Praktis → bentuk bubuk atau cair kemasan, lebih awet dibanding susu segar.
๐ Tapi ada perbedaan niatnya:
-
Susu asli → sumber protein, kalsium, vitamin.
-
Creamer → lebih ke rasa & tekstur saja, nutrisinya minim, sering hanya lemak + gula.
Jadi, kalau tujuannya sehat dan bergizi, susu lebih baik.
Kalau hanya untuk bikin kopi lebih enak, creamer bisa dipakai — tapi jangan sering.
๐
๐ฝ Kandungan Sirup Jagung (High Fructose Corn Syrup / HFCS)
-
Dibuat dari pati jagung → dipecah jadi glukosa lalu diubah sebagian jadi fruktosa (biasanya 42–55%).
-
Fruktosa ini lebih cepat diserap hati → kalau berlebihan, hati mengubahnya jadi lemak.
-
Efek jangka panjang konsumsi sering:
-
Risiko obesitas ⚖️
-
Resistensi insulin → bisa memicu diabetes tipe 2
-
Kolesterol & trigliserida naik → risiko jantung
-
Bisa meningkatkan peradangan di tubuh
-
Jadi, sirup jagung tidak “beracun langsung”, tapi berbahaya kalau sering & berlebihan.
☕ Creamer (Kopi Instan/Non-dairy creamer)
-
Kandungan utama biasanya:
-
Minyak nabati terhidrogenasi / trans fat → ini bisa bahaya karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
-
Gula / sirup glukosa → sama seperti pemanis tambahan.
-
Pengental & pewarna (misalnya natrium kaseinat, dll).
-
-
Kalau sering dipakai:
-
Risiko jantung & pembuluh darah ๐ซ
-
Berat badan naik
-
Tidak baik untuk orang dengan masalah gula darah
-
๐ Jadi benar, sirup jagung dan creamer sama-sama sebaiknya dibatasi.
Kalau mau lebih sehat:
-
Untuk manis → pilih stevia, gula kelapa, atau madu asli
-
Untuk kopi/teh → pakai susu rendah lemak atau susu almond/oat tanpa gula
- kira-kira 320 sampai 1000 kali lipat lebih manis dari sucrose/sukrosa. Adapun sukrosa sendiri adalah nama lain dari gulam yang dibuat dari 2 bagian, yaitu glukosa + fruktosa. Bahasa mudahnya, sukrosa adalah gula pasir atau gula meja pada umumnya dan ditemukan secara alami pada tebu dan bit.
- dua kali lipat lebih manis dari saccharin/sakarin.
- tiga kali lipat lebih manis dari aspartame.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar