Size : 23 cm x 11 cm
Harga @45ribu
All informations i get that i find them valuable to share:D
๐ TIDAK ADA angka pasti, karena tergantung jenis makanannya.
Contoh: buah, sayur, ikan segar, nasi
0 – 1 additive
Kadang tidak ada sama sekali
Contoh: roti, keju, yogurt, sosis sederhana
2 – 5 additives
Biasanya:
Pengawet
Emulsifier
Penstabil
Contoh: mie instan, snack, minuman kemasan, frozen food
10 – 30+ additives
Bisa termasuk:
Pewarna
Perisa buatan
Penguat rasa (MSG, disodium inosinate, dsb.)
Pengawet
Antioksidan
Penstabil
๐ Rekor ekstrem:
Beberapa produk ultra-proses bisa mengandung 40+ bahan tambahan.
Lihat label komposisi:
1️⃣ Semakin panjang daftarnya, semakin banyak additive
2️⃣ Nama yang mencurigakan:
Berawalan E- (E102, E621)
Kata sodium, mono-, di-, artificial
Flavor, coloring, preservative
Ingredients: wheat flour, palm oil, salt, E621, E627, E631, TBHQ, artificial flavor
➡️ Itu sudah 5–7 additive
Bukan soal “ada atau tidak”, tapi “berapa banyak & seberapa sering”.
Tubuh manusia masih bisa toleransi sedikit,
tapi konsumsi rutin ultra-proses = akumulasi beban tubuh. ๐ฟ
Creamer itu memang dibuat sebagai pengganti susu, terutama untuk kopi atau teh.
✨ Fungsi utama creamer:
Melembutkan rasa → bikin kopi/teh lebih creamy dan tidak terlalu pahit.
Memberi warna → minuman jadi lebih “milky look”.
Meningkatkan tekstur → ada rasa gurih/lemak seperti susu.
Praktis → bentuk bubuk atau cair kemasan, lebih awet dibanding susu segar.
๐ Tapi ada perbedaan niatnya:
Susu asli → sumber protein, kalsium, vitamin.
Creamer → lebih ke rasa & tekstur saja, nutrisinya minim, sering hanya lemak + gula.
Jadi, kalau tujuannya sehat dan bergizi, susu lebih baik.
Kalau hanya untuk bikin kopi lebih enak, creamer bisa dipakai — tapi jangan sering.
๐
Dibuat dari pati jagung → dipecah jadi glukosa lalu diubah sebagian jadi fruktosa (biasanya 42–55%).
Fruktosa ini lebih cepat diserap hati → kalau berlebihan, hati mengubahnya jadi lemak.
Efek jangka panjang konsumsi sering:
Risiko obesitas ⚖️
Resistensi insulin → bisa memicu diabetes tipe 2
Kolesterol & trigliserida naik → risiko jantung
Bisa meningkatkan peradangan di tubuh
Jadi, sirup jagung tidak “beracun langsung”, tapi berbahaya kalau sering & berlebihan.
Kandungan utama biasanya:
Minyak nabati terhidrogenasi / trans fat → ini bisa bahaya karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
Gula / sirup glukosa → sama seperti pemanis tambahan.
Pengental & pewarna (misalnya natrium kaseinat, dll).
Kalau sering dipakai:
Risiko jantung & pembuluh darah ๐ซ
Berat badan naik
Tidak baik untuk orang dengan masalah gula darah
๐ Jadi benar, sirup jagung dan creamer sama-sama sebaiknya dibatasi.
Kalau mau lebih sehat:
Untuk manis → pilih stevia, gula kelapa, atau madu asli
Untuk kopi/teh → pakai susu rendah lemak atau susu almond/oat tanpa gula
Survival instinct adalah naluri dasar manusia untuk melindungi diri dan tetap hidup saat menghadapi bahaya, ketidakpastian, atau ancaman...