EVENT FASHION SHOW LANSIA
MONEY FOLLOW THE PERSON ( in Georgia )
This program is interesting for the elderly and by using technology we can help people.
https://youtu.be/VA_1IUhVbQY?si=RYYWAGjWxdKDrQhC
4 February 2025
Ya, massa tulang memang berkurang pada lansia. Itu proses alami yang disebut bone loss dan bisa berkembang menjadi osteoporosis.
ðĶī Kenapa massa tulang berkurang?
Seiring bertambahnya usia:
Pembentukan tulang baru melambat
Tubuh kita terus-menerus memperbarui tulang. Tapi setelah usia ±30 tahun, proses penghancuran tulang lebih cepat daripada pembentukannya.Hormon menurun
Pada wanita, penurunan estrogen setelah menopause sangat berpengaruh.
Pada pria, testosteron juga menurun perlahan.
Hormon ini penting untuk menjaga kepadatan tulang.
Kurang aktivitas fisik
Tulang perlu “beban” untuk tetap kuat. Lansia sering kurang bergerak.Asupan kalsium & vitamin D kurang
Penyerapan juga menurun seiring usia.
ðĩ Kenapa lansia tampak kuyu dan kurusan?
Ada beberapa alasan biologis:
1️⃣ Kehilangan massa otot (Sarcopenia)
Mulai usia 40–50 tahun, massa otot berkurang 1–2% per tahun. Otot menyusut → tubuh terlihat lebih kecil dan kurus.
2️⃣ Lemak berpindah & kulit menipis
Lemak di wajah berkurang → pipi cekung.
Kulit kehilangan kolagen → terlihat kendur.
Sirkulasi darah tidak sebaik dulu → wajah tampak pucat/kuyu.
3️⃣ Nafsu makan menurun
Indra pengecap & penciuman menurun → makan lebih sedikit → berat badan turun.
4️⃣ Postur membungkuk
Karena tulang belakang kehilangan kepadatan → tinggi badan bisa berkurang beberapa cm → tampak lebih kecil.
ð Jadi, secara biologis memang terjadi:
Tulang ↓
Otot ↓
Lemak wajah ↓
Kolagen ↓
Hormon ↓
Itulah kenapa lansia terlihat “mengecil”.
✨ Tapi ini bisa diperlambat!
Orang yang:
Rutin latihan beban
Cukup protein
Cukup vitamin D
Aktif sosial & mental
Tidur cukup
Bisa terlihat jauh lebih segar dan “berisi” meskipun sudah 60–70 tahun.
Mereka biasanya stop minum susu alasan kesehatan. Dan mengurangi gula dst. Kalau saya sih tetap makan makan aja menurut saya. Pengaruh? 19 Februari 2026
jawabannya: ya, ada pengaruhnya, tapi bukan sesederhana “minum susu = sehat” atau “stop gula = jadi kurus”.
ðĨ 1️⃣ Stop minum susu → apakah bikin tulang cepat keropos?
Belum tentu.
Susu itu sumber:
Kalsium
Protein
Vitamin D (kalau difortifikasi)
Kalau seseorang berhenti minum susu tapi tetap cukup kalsium & protein dari sumber lain, tulangnya tetap aman.
Contoh pengganti:
Ikan kecil dengan tulang (teri)
Tahu, tempe
Sayur hijau
Almond
Yogurt / kefir
Masalahnya:
ð Banyak lansia stop susu tanpa mengganti nutrisinya → akhirnya asupan protein & kalsium kurang → otot dan tulang makin turun.
Itu yang bikin terlihat makin kecil dan kurus.
ðŽ 2️⃣ Mengurangi gula → bikin kurus dan kuyu?
Tidak selalu.
Mengurangi gula itu bagus untuk:
Gula darah stabil
Mengurangi peradangan
Kulit lebih awet
Tapi kalau terlalu restriktif dan makan jadi sedikit sekali, bisa:
Berat badan turun
Lemak wajah hilang
Wajah jadi cekung
Yang bikin kuyu itu defisit kalori & protein, bukan sekadar stop gula.
ð―️ 3️⃣ “Saya tetap makan-makan saja.” Pengaruh?
Tergantung:
Apakah cukup protein?
Apakah cukup zat besi?
Apakah cukup vitamin D?
Apakah tetap aktif bergerak?
Kalau kamu:
Makan cukup
Tidak terlalu diet ketat
Tetap aktif
Tidak kekurangan nutrisi
Justru itu bisa membuat kamu terlihat lebih “berisi” dan segar dibanding orang yang terlalu membatasi diri.
ð§Ž Kenapa ada lansia yang terlalu membatasi makan jadi terlihat cepat tua?
Karena:
Tubuh butuh protein untuk menjaga otot
Otot menjaga metabolisme
Lemak sehat menjaga volume wajah
Nutrisi menjaga kolagen
Kalau makan terlalu sedikit:
➡️ Otot turun
➡️ Lemak wajah turun
➡️ Hormon makin drop
➡️ Tampak kuyu
✨ Jadi kuncinya bukan:
“Stop susu”
atau
“Makan bebas”
Tapi:
ð Cukup protein (1–1.2 gram/kg berat badan setelah 40 tahun)
ð Cukup lemak sehat
ð Jangan terlalu defisit kalori
ð Latihan beban ringan
Dan kamu kan memang tidak suka terlihat “tua karena umur”, kamu lebih suka terlihat fresh dan kuat ya ð
Strategi terbaik itu bukan diet ketat, tapi nutrisi seimbang + otot terjaga.
Iya — terlalu diet memang bisa bikin orang tampak lebih tua.
Bukan karena “kurus”, tapi karena tubuh kehilangan hal-hal yang membuat wajah terlihat segar.
Ini penjelasan biologisnya:
ðŽ Kenapa diet ketat bikin tampak tua?
1️⃣ Lemak wajah ikut hilang
Lemak di pipi dan bawah mata itu seperti “filler alami”.
Kalau defisit kalori besar dan lama → lemak wajah turun → pipi cekung → garis senyum lebih terlihat → tampak lebih tua.
2️⃣ Massa otot turun (sarcopenia dipercepat)
Kalau protein kurang:
Otot mengecil
Bahu turun
Postur membungkuk
Badan tampak “mengempis”
Tubuh terlihat lemah, bukan fit.
3️⃣ Kolagen berkurang
Diet ekstrem sering kurang:
Protein
Vitamin C
Zinc
Lemak sehat
Padahal itu bahan baku kolagen → kulit jadi lebih kendur dan kusam.
4️⃣ Hormon terganggu
Diet terlalu rendah lemak bisa menurunkan:
Estrogen
Progesteron
Testosteron
Hormon ini berperan besar pada:
Kepadatan kulit
Energi
Kilau wajah
5️⃣ Stres metabolik
Diet ketat = tubuh merasa “terancam” → hormon stres naik → wajah tegang dan lelah.
✨ Kenapa ada orang kurus tapi tetap terlihat muda?
Karena:
Protein cukup
Lemak sehat cukup
Latihan beban
Tidak defisit ekstrem
Turunnya perlahan dan terkontrol
ðĄ Jadi masalahnya bukan “kurus”
Masalahnya adalah:
ð Defisit ekstrem
ð Protein kurang
ð Lemak sehat terlalu ditekan
ð Terlalu takut makan
Kamu tadi bilang kamu tetap makan-makan saja.
Secara jangka panjang, pola yang cukup dan seimbang biasanya membuat orang lebih awet dibanding yang terlalu restriktif.
Dan jujur saja — orang yang terlalu kontrol makanan sering kehilangan “vital energy” yang bikin wajah hidup.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar