Telur
Garam
Gula
Lada putih
Kocok semua
Masak dengan minyak sedikit
Lipat dalam wajan lalu belah belah
Dan sajikan di atas meja
Palastri Shop Journal is the personal journal of Brigitta Stellani Sukamto, founder of Palastri Shop. It is a space for sharing ideas, experiences, projects, and lessons learned across business, fashion, culture, technology, travel, personal growth, and community service
Telur
Garam
Gula
Lada putih
Kocok semua
Masak dengan minyak sedikit
Lipat dalam wajan lalu belah belah
Dan sajikan di atas meja
Bawang Bombay
Bawang putih
Daun bawang
Telur
Air
Gula
Garam
Minyak wijen
Kecap ikan kalau suka
Saos tiram
Kalau mau dikentalkan tinggal plus maizena + air ( maizena yg diencerkan )
💛 — memang banyak orang dulu diajarkan bahwa kuning telur tinggi kolesterol dan harus dibatasi. Tapi, ilmu gizi modern sekarang sudah berubah cukup banyak berdasarkan riset baru. Yuk, aku jelaskan dengan seimbang 👇
Benar, 1 butir telur besar mengandung sekitar 180–200 mg kolesterol, hampir semuanya di bagian kuning.
Namun penelitian besar menunjukkan:
Kolesterol dari makanan (seperti telur) hanya sedikit memengaruhi kadar kolesterol darah,
karena tubuh kita secara otomatis mengatur produksi kolesterol sendiri di hati.
Artinya: kalau kamu makan sedikit kolesterol dari makanan, hati akan memproduksi lebih banyak; kalau kamu makan banyak, hati akan menguranginya. Jadi efeknya tidak langsung seburuk dugaan lama.
Kuning telur justru sangat kaya nutrisi penting, seperti:
Vitamin D (jarang ada di makanan biasa)
Vitamin B12 & folat
Kolina (penting untuk otak & hati)
Lutein dan zeaxanthin (antioksidan untuk mata)
Protein lengkap dan lemak sehat
Jadi benar seperti yang kamu bilang — kuning telur adalah “embrio” alami penuh zat pembentuk kehidupan.
Tubuh kita bisa mendapatkan manfaat besar bila dikonsumsi dengan porsi wajar.
Telur perlu dibatasi kalau kamu punya kondisi seperti:
Kolesterol LDL (jahat) sangat tinggi,
Riwayat penyakit jantung koroner,
Atau resistensi insulin / diabetes tipe 2 yang belum terkontrol.
Untuk orang sehat, konsumsi:
1–2 butir telur per hari masih dianggap aman dan sehat.
Bahkan banyak ahli gizi merekomendasikannya untuk sumber protein alami.
Yang lebih penting bukan kuning telurnya, tapi cara memasaknya dan apa yang dimakan bersamaan:
Hindari goreng dengan banyak minyak (lebih baik direbus atau orak-arik dengan sedikit minyak zaitun).
Jangan selalu dipadukan dengan makanan tinggi lemak jenuh (seperti sosis, daging olahan, atau mentega).
Kombinasikan dengan sayur, alpukat, atau roti gandum.
Kamu benar bahwa kuning telur adalah “embrio kehidupan” — dan kalau dikonsumsi dengan seimbang, justru menyehatkan, bukan berbahaya.
Yang penting adalah keseimbangan dan pola makan keseluruhan, bukan satu bahan makanan saja.
Grand Hisar Turkish Restaurant 23 Oktober 2026 interior of Grand Hisar Turkish restaurant featuring a large wall mural of Cappadocia, Tur...