Ke depannya semua cat ubah ke clay paint atau limewash . Sangat tertarik dengan limewash
Oke, kalau PAKAI KONTRAKTOR (bukan tukang lepas), ini patokan yang dipakai profesional & bank π
πΉ Skema Kontraktor (Borongan)
Komposisi Wajar
Material (barang): 60–70%
Jasa kontraktor TOTAL: 30–40%
⚠️ “Jasa kontraktor” di sini SUDAH TERMASUK:
Tenaga kerja
Mandor & pengawasan
Manajemen proyek
Alat kerja
Risiko keterlambatan
Profit kontraktor
πΉ Batas Aman
30–35% → NORMAL / sehat
35–40% → masih masuk kalau proyek ribet
>40% → MAHAL, harus sangat jelas alasannya
Contoh Hitung
Material = Rp100 juta
| Jasa kontraktor | Total Proyek |
|---|---|
| 30% (Rp30 jt) | Rp130 jt |
| 35% (Rp35 jt) | Rp135 jt |
| 40% (Rp40 jt) | Rp140 jt |
Kapan kontraktor boleh ambil 40%?
✔ Renovasi kecil (banyak bongkar)
✔ Bangunan custom / interior detail
✔ Lokasi susah
✔ Deadline ketat
✔ Full garansi & denda keterlambatan
Red Flag π©
Tidak mau breakdown RAB
Tidak jelas material spec
Jasa di atas 35% tapi tanpa garansi
Tidak ada kontrak hitam di atas putih
Kalau dipisah barang (material) dan jasa tenaga kerja saja (tanpa profit kontraktor), patokan lapangan yang sehat & wajar biasanya seperti ini π
Patokan Persentase Umum
1️⃣ Barang / Material
➡️ 65–75%
2️⃣ Jasa Tenaga Kerja (tukang + mandor)
➡️ 20–25% (MAX)
⚠️ 25% itu sudah batas atas untuk bangunan standar.
Kenapa jasa tenaga kerja jarang >25%?
Karena:
Tukang dibayar harian / borongan item
Tidak menanggung risiko material
Tidak termasuk profit owner / kontraktor
Kalau jasa tenaga >25%, biasanya:
Renovasi kecil tapi ribet
Detail custom (ukiran, interior, batu alam)
Lokasi sulit / waktu kejar tayang
Contoh Hitung Nyata
Misal:
Total proyek = Rp100 juta
Maka idealnya:
Material: Rp70 juta
Jasa tenaga: Rp20–25 juta
Sisa 5–10% → cadangan / overhead ringan
Beda penting (jangan ketukar!)
| Komponen | Termasuk |
|---|---|
| Jasa tenaga | Tukang, kenek, mandor |
| Jasa kontraktor | Manajemen, risiko, profit |
| Material | Semen, pasir, besi, keramik, dll |
π Banyak orang nyebut jasa 30%, padahal itu jasa + profit, bukan tenaga murni.
Ringkasnya (jawaban langsung)
✔️ Barang: 65–75%
✔️ Jasa tenaga kerja: 20–25% (maksimal)
Jawaban singkat:
π YA, dinding lembab JUSTRU lebih aman pakai limewash — kalau penyebab lembabnya tepat.
Sekarang aku jelaskan jujur + teknis, supaya kamu tidak salah pakai.
π§± Kenapa limewash cocok untuk dinding lembab?
Karena limewash itu:
✔ Breathable → uap air bisa keluar
✔ Alkaline alami → jamur & lumut tidak suka
✔ Tidak membentuk lapisan plastik
✔ Bekerja bersama dinding, bukan menutupinya
π Cat modern = seperti plastik penutup
π Limewash = seperti kulit yang bisa bernapas
Itulah sebabnya bangunan Eropa lama & tropis tradisional pakai lime, bukan cat.
⚠️ TAPI — jenis lembabnya menentukan
Ini bagian paling penting π
✅ AMAN pakai limewash kalau lembab karena:
Udara lembab / iklim tropis
Kondensasi
Dinding “terkunci” oleh cat lama
Bangunan lama yang perlu bernapas
➡️ Limewash = solusi yang tepat
❌ TIDAK cukup kalau lembab karena:
Bocor atap
Pipa bocor
Rembesan tanah langsung
Dinding selalu basah & mengalir
➡️ Ini masalah struktural, harus diperbaiki dulu
Limewash bukan penutup kebocoran.
π ️ Cara AMAN pakai limewash di dinding lembab
Checklist singkat (penting untuk tukang):
1️⃣ Kerok semua cat mengelupas
2️⃣ Biarkan dinding kering alami (jangan pakai heat gun)
3️⃣ Bersihkan jamur (air + sikat, tanpa chemical keras)
4️⃣ Basahi dinding sedikit sebelum aplikasi
5️⃣ Aplikasikan 2–3 lapis tipis, jeda 24 jam
π Dinding boleh lembab, tapi tidak boleh basah mengkilap
π± Bonus penting
Limewash:
menyerap CO₂ saat mengeras (carbonation)
memperbaiki mikroretakan
umur panjang (puluhan tahun jika benar)
π§ Kesimpulan tegas
✔ Dinding lembab AMAN pakai limewash
✔ Bahkan lebih baik daripada cat modern
❌ Bukan solusi kebocoran aktif
πΏ Solusi sehat, alami, & berkelanjutan
π€π
π§± 1️⃣ Cat lama → langsung limewash?
TIDAK perlu cat lagi, ASAL:
✔️ BOLEH langsung limewash kalau:
Cat lama sudah banyak terkelupas
Setelah dikerok, yang tersisa adalah:
plester semen
bata
dinding yang kasar & menyerap
➡️ Limewash harus menempel ke dinding mineral, bukan ke lapisan cat plastik.
❌ TIDAK boleh langsung kalau:
Cat lama masih licin & utuh
Permukaan halus / glossy
Solusinya:
dikerok sampai “bernapas”
atau diamplas kasar
atau terakhir: mineral primer (opsi kompromi)
π Kalau masalah kamu cat mengelupas → limewash justru pilihan yang TEPAT, karena:
cat modern = mengunci lembap → makin ngelupas
limewash = dinding bisa “keluar napas”
π¨ 2️⃣ Limewash ada warna hijau?
π ADA hijau, tapi hijau mineral / earthy, bukan hijau neon atau emerald tajam.
πΏ Karakter warna limewash:
lembut
matte
natural
hidup (ada variasi sapuan)
π 3️⃣ Warna Limewash yang UMUM & REALISTIS
π€ Putih & Netral
Off-white
Ivory
Bone
Chalk white
Warm white
π€ Earth tone (paling populer)
Beige
Sand
Limestone
Taupe
Greige
πΏ Hijau (ADA, tapi earthy)
Sage green ✅
Olive green
Moss green
Eucalyptus
Celadon
❌ Tidak ada:
hijau botol tajam
hijau emerald glossy
hijau stabilo
π‘ Kuning & Merah alami
Ochre (kuning tanah)
Mustard soft
Terracotta
Clay
Burnt sienna
π«️ Abu & Biru mineral
Warm grey
Ash grey
Blue-grey
Dusty blue
π§ Kesimpulan paling penting
✔ Cat lama tidak dipakai lagi
✔ Limewash lebih cocok untuk dinding yang mengelupas
πΏ Hijau ADA, tapi versi alami & elegan
❌ Bukan warna plastik/modern
π§ͺ Apakah Limewash itu “cat”?
Secara fungsi: YA.
Dipakai untuk melapisi & memberi warna pada dinding.
Secara kimia & filosofi: TIDAK seperti cat modern.
πΏ Apa itu Limewash sebenarnya?
Limewash =
kapur (lime) + air + pigmen mineral alami
❌ Tanpa:
VOC
Resin sintetis
Akrilik
Plastik
Solvent
✔ 100% mineral-based
➡️ Jadi ini coating alami, bukan paint dalam arti kimia modern.
π§ Perbedaan Kunci: Limewash vs Cat Biasa
| Aspek | Cat Modern | Limewash |
|---|---|---|
| Bahan | Sintetis/kimia | Mineral alami |
| VOC | Ada | ❌ Tidak |
| Cara menempel | Membentuk film | Menyatu ke dinding |
| Breathable | ❌ | ✔ |
| Jamur | Bisa | ❌ (alkaline) |
| Estetika | Flat/solid | Hidup & bertekstur |
| Filosofi | Menutup | Membiarkan bernapas |
πͺ¨ Kenapa Limewash “lebih jujur”?
Karena:
Tidak menutup pori dinding
Bereaksi dengan CO₂ di udara (carbonation)
Jadi bagian dari dinding, bukan lapisan plastik
➡️ Ini kimia alami, bukan industrial.
⚠️ Tapi tetap ada batasannya
Biar objektif ya:
❌ Kurang cocok untuk:
Dinding yang sudah dicat akrilik
Permukaan non-mineral
Area sering kena air langsung
✔ Cocok untuk:
Bata
Plester semen
Tembok lama
Bangunan tropis yang butuh “bernapas”
✨ Kesimpulan Paling Jujur
✔ Limewash dipakai seperti cat
❌ Tapi bukan cat kimia
π± Ini coating mineral tradisional
π Salah satu opsi paling sehat & eco-friendly
π€
Bangunan di cat. Padahal cat itu chemical..bagus atau itu bukan alternatif terbaik ( 24 Desember 2025 )
Pertanyaan kamu tepat dan kritis π
Singkatnya: bangunan dicat itu praktis & estetik, tapi memang BUKAN alternatif terbaik kalau kita bicara kesehatan, lingkungan, dan jangka panjang.
Aku jelaskan jujur & seimbang ya.
π¨ Cat Bangunan = Chemical?
Ya. Mayoritas cat mengandung:
VOC (Volatile Organic Compounds) → bisa ganggu pernapasan & hormon
Solvent & resin sintetis
Pigmen kimia (beberapa mengandung logam berat)
Microplastic (dari cat akrilik/latex modern)
Efeknya:
Bau menyengat
Iritasi
Indoor air quality buruk
Dampak lingkungan saat mengelupas & dibersihkan
❓ Jadi kenapa cat tetap dipakai?
Karena:
Murah & cepat
Warna konsisten
Mudah maintenance
Tahan cuaca (dibanding bahan alami tertentu)
➡️ Trade-off antara kenyamanan vs kesehatan
π± Alternatif yang Lebih Sehat (dan Lebih “Benar”)
1️⃣ Limewash / Cat Kapur
✔ Alami (kapur + air)
✔ Antibakteri & breathable
✔ Estetika natural (Eropa klasik)
❌ Warna terbatas
❌ Butuh skill khusus
π‘ Cocok untuk: rumah tinggal, villa, bangunan heritage
2️⃣ Clay Paint / Earth Paint
✔ Dari tanah liat & mineral
✔ No VOC
✔ Regulator kelembaban alami
❌ Kurang tahan air
π‘ Cocok untuk: interior
3️⃣ Natural Oil Finish (Linseed Oil, Tung Oil)
✔ Aman
✔ Menyerap ke material
✔ Cocok kayu & bata ekspos
❌ Perlu re-apply berkala
4️⃣ Exposed Material (tanpa cat)
✔ Batu alam, bata, beton ekspos
✔ Zero chemical
✔ Estetika jujur & timeless
❌ Perlu desain matang
5️⃣ Low-VOC / Zero-VOC Paint
Kalau harus pakai cat, ini jalan tengah terbaik:
✔ Emisi rendah
✔ Lebih aman untuk anak & lansia
❌ Tetap bukan 100% natural
π§ Kesimpulan Jujur
❌ Cat kimia bukan pilihan paling sehat
✔ Tapi masih dipakai karena praktis
πΏ Alternatif terbaik = natural finish + material jujur
⚖️ Pilihan realistis = low-VOC + ventilasi bagus
ππ±π€
π¨Future alternatives to traditional paint are emerging, focusing on sustainability, smart technology, and multifunctionality. Here are some promising alternatives:
1. Eco-Friendly & Sustainable Paints
- Milk Paint – Made from natural ingredients like milk protein, lime, and earth pigments, it’s biodegradable and non-toxic.
- Algae-Based Paint – Uses algae as a renewable pigment source, reducing the environmental impact of synthetic dyes.
- Plant-Based & Bio-Based Paints – Made from plant oils, starches, or minerals instead of petroleum-based chemicals.
2. Smart & Functional Coatings
- Self-Cleaning Paint – Uses nanotechnology (like titanium dioxide) to break down dirt and pollutants when exposed to sunlight.
- Thermochromic & Photochromic Paint – Changes color based on temperature or light exposure, useful for energy-efficient buildings and cars.
- Air-Purifying Paint – Absorbs pollutants like formaldehyde and VOCs, improving indoor air quality.
3. Digital & Projected Alternatives
- E-Ink & Digital Walls – Future homes might use e-paper or digital projection instead of traditional paint, allowing color and pattern changes at the touch of a button.
- Augmented Reality (AR) Walls – Virtual overlays could replace the need for physical paint, offering dynamic, customizable aesthetics.
4. Living Paints
- Bacteria-Based Paints – Certain bioengineered bacteria can produce natural pigments and even glow in the dark.
- Moss & Fungi Coatings – Living surfaces that can grow and change naturally, useful for eco-friendly architecture.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar