Asal-usul Valentine itu apa?
Valentine berasal dari kisah Santo Valentine di zaman Romawi (sekitar abad ke-3).
Ada beberapa versi cerita, tapi yang paling terkenal:
Kaisar Romawi, Claudius II, melarang pria muda menikah karena menurutnya pria lajang lebih baik jadi tentara.
Seorang pendeta bernama Valentine diam-diam tetap menikahkan pasangan yang saling mencintai.
Ia akhirnya dihukum mati pada 14 Februari.
Sebelum dihukum, katanya ia menulis surat kepada seorang perempuan dan menandatangani dengan “From your Valentine.”
Dari situlah 14 Februari dikaitkan dengan cinta dan pengorbanan romantis.
Kok bisa jadi hari cokelat & bunga?
Awalnya ini hari keagamaan.
Tapi di abad pertengahan di Eropa, tanggal 14 Februari mulai dikaitkan dengan musim kawin burung (simbol romantis).
Masuk abad 18–19:
Orang mulai saling kirim kartu cinta.
Revolusi industri membuat kartu Valentine diproduksi massal.
Perusahaan cokelat dan bunga ikut masuk.
Dan boom ๐ฅ
Jadi hari komersial cinta sedunia.
Paling heboh dirayakan di mana?
๐บ๐ธ Amerika Serikat
Super besar.
Cokelat, bunga, dinner reservation penuh.
Bahkan anak SD saling tukar kartu Valentine.
Penjualan miliaran dolar setiap tahun.
๐ฏ๐ต Jepang
Unik banget.
14 Februari: perempuan memberi cokelat ke pria.
Ada “giri-choco” (cokelat formal untuk rekan kerja).
14 Maret (White Day): pria membalas hadiah.
Ini sangat heboh secara budaya.
๐ฐ๐ท Korea Selatan
Lebih heboh lagi.
14 Februari: Valentine
14 Maret: White Day
14 April: Black Day (untuk yang jomblo ๐)
Mereka punya “romantic calendar”.
๐ฎ๐น Verona (kota Romeo & Juliet)
Sangat romantis.
Banyak pasangan datang khusus untuk proposal.
๐ซ๐ท Paris
Restoran fine dining full.
Romantic capital vibe banget.
Di Indonesia?
Tidak jadi hari nasional, tapi:
Hotel & restoran selalu ada Valentine package.
Dinner set menu.
Florist & gift naik drastis.
Kota besar seperti Jakarta, Bali, Surabaya cukup ramai.
Jadi kalau kamu ada event Valentine, itu bukan hal kecil.
Itu bagian dari global hospitality & commercial season.
Menariknya ya…
Valentine bukan cuma soal cinta romantis sekarang.
Sudah jadi:
Celebration of love
Self-love
Friendship
Networking
Branding moment (untuk bisnis hospitality & lifestyle)
14 Februari memang dulu adalah Feast of St. Valentine dalam kalender Gereja Katolik.
Tapi sejak 1969, Vatikan menghapus perayaan St. Valentine dari kalender liturgi umum karena kisahnya kurang memiliki bukti historis kuat.
Ya, St. Valentine memang ada dalam tradisi Gereja Katolik ๐
Tapi ceritanya agak menarik.
Sebenarnya ada lebih dari satu orang bernama Valentine pada abad ke-3 di Kekaisaran Romawi. Yang paling sering dikaitkan dengan 14 Februari adalah:
Valentine dari Roma – seorang imam (priest).
Valentine dari Terni – seorang uskup (bishop).
Keduanya diyakini wafat sebagai martir sekitar tahun 269–273 M.
Masalahnya:
Catatan sejarah tentang mereka sangat sedikit dan tidak terlalu jelas. Banyak cerita romantis tentang mereka baru muncul berabad-abad kemudian.
Cerita “menikahkan pasangan diam-diam” itu lebih merupakan tradisi legenda gereja, bukan dokumen sejarah yang sangat kuat.
Karena bukti historisnya minim, pada tahun 1969 Gereja Katolik menghapus St. Valentine dari kalender liturgi universal (bukan berarti tidak ada, tapi tidak lagi dirayakan secara luas seperti santo besar lainnya).
Jadi kesimpulannya:
✔️ St. Valentine memang tokoh martir dalam tradisi Katolik
✔️ Kisah romantisnya banyak unsur legenda
✔️ Sekarang Valentine lebih budaya daripada agama
Menarik ya, dari martir Romawi jadi industri cokelat miliaran dolar ๐

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar