Senin, 04 April 2011

Arti dan Sejarah Batik


Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia,Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.


MOTIF BATIK
Batik memiliki berbagai macam **motif** yang menggambarkan filosofi, budaya, dan nilai-nilai dari masyarakat Jawa dan Indonesia pada umumnya. Berikut adalah beberapa motif batik yang populer dan memiliki makna mendalam:

### 1. **Parang**  
   - **Makna**: Kekuatan, keberanian, dan semangat yang tak pernah padam.  
   - **Deskripsi**: Salah satu motif batik paling terkenal, dengan pola diagonal atau garis-garis miring yang menciptakan kesan kuat dan dinamis.

### 2. **Kawung**  
   - **Makna**: Kesucian, kebijaksanaan, dan ketulusan hati.  
   - **Deskripsi**: Motif ini terdiri dari pola lingkaran yang menyerupai bentuk bunga atau buah kelapa. Menggambarkan keseimbangan dan harmoni.

### 3. **Truntum**  
   - **Makna**: Cinta, persatuan, dan harapan baru dalam kehidupan.  
   - **Deskripsi**: Motif ini sering digunakan dalam upacara pernikahan dan melambangkan kehidupan yang berkembang dan terus maju. Pola bunga kecil dan teratur.

### 4. **Sekar Jagat**  
   - **Makna**: Keindahan alam semesta dan kelimpahan.  
   - **Deskripsi**: Motif bunga atau tumbuhan yang besar, menggambarkan keindahan alam dan hubungan manusia dengan alam semesta.

### 5. **Latar Watu**  
   - **Makna**: Fondasi kehidupan yang kuat dan stabil.  
   - **Deskripsi**: Memiliki pola yang lebih sederhana dengan garis vertikal, melambangkan keteguhan dan kestabilan dalam kehidupan.

### 6. **Sidomukti**  
   - **Makna**: Keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.  
   - **Deskripsi**: Motif ini melambangkan kehidupan yang penuh kebahagiaan dan keberuntungan, serta harapan yang terus berkembang.

### 7. **Cendrawasih**  
   - **Makna**: Keindahan, kesempurnaan, dan keberagaman.  
   - **Deskripsi**: Motif burung Cendrawasih yang dikenal dengan keindahannya, sering digunakan untuk menggambarkan kecantikan dan keberagaman dalam kehidupan.

### 8. **Sogan**  
   - **Makna**: Kekuatan spiritual, keseimbangan, dan ketenangan batin.  
   - **Deskripsi**: Pola dengan warna dasar cokelat atau emas yang menggambarkan kedamaian, ketenangan, dan kedalaman spiritual.

### 9. **Batik Ciliwung**  
   - **Makna**: Kehidupan yang abadi dan terus berkembang.  
   - **Deskripsi**: Pola ini memiliki garis-garis lengkung yang menyerupai aliran sungai, melambangkan kehidupan yang terus mengalir dan berkembang.

### 10. **Batik Pucuk Rebung**  
   - **Makna**: Awal kehidupan yang baru dan penuh harapan.  
   - **Deskripsi**: Motif ini melambangkan pertumbuhan dan pembaruan, dengan pola yang menyerupai tunas bambu yang baru tumbuh.

### 11. **Batik Megamendung**  
   - **Makna**: Kekuatan alam, hujan yang memberi kehidupan.  
   - **Deskripsi**: Motif ini terinspirasi dari awan mendung, dan sering digunakan dalam batik Cirebon. Menggambarkan kekuatan alam yang memberi kehidupan.

### 12. **Batik Gringsing**  
   - **Makna**: Perlindungan dari energi negatif, membawa keselamatan.  
   - **Deskripsi**: Motif ini memiliki pola yang rumit dan terjalin erat, menggambarkan perlindungan dan kekuatan untuk melawan hal-hal buruk.

### 13. **Batik Udan Liris**  
   - **Makna**: Hujan yang memberi berkah, kesuburan, dan kemakmuran.  
   - **Deskripsi**: Pola garis-garis halus yang menggambarkan tetesan hujan, simbol kesuburan dan keberkahan dalam kehidupan.

### 14. **Batik Lereng**  
   - **Makna**: Kesederhanaan, keharmonisan, dan stabilitas.  
   - **Deskripsi**: Pola dengan garis-garis diagonal atau lurus yang mengarah ke satu titik, menciptakan kesan kestabilan dan keharmonisan dalam kehidupan.

### 15. **Batik Bledhak**  
   - **Makna**: Perubahan atau transformasi dalam kehidupan.  
   - **Deskripsi**: Motif ini terdiri dari pola yang bergerak dan berubah, menggambarkan transformasi atau perubahan dalam hidup yang terus berlangsung.

---

### Tips Memilih Motif Batik:
- **Motif dengan Garis Vertikal** (seperti **Parang**, **Latar Watu**) dapat memberikan ilusi tubuh lebih tinggi dan ramping.
- **Motif dengan Pola Lebih Kecil** (seperti **Kawung**, **Truntum**) dapat memberi kesan halus dan elegan, terutama bagi mereka dengan tubuh pear-shaped.
- **Motif Simetris** seperti **Sekar Jagat** atau **Batik Pucuk Rebung** menciptakan keseimbangan visual yang bagus untuk tubuh dengan proporsi lebih rendah (pinggul lebar).

Jika kamu sudah memiliki motif **Sidomukti**, bisa mempertimbangkan memilih motif lain yang lebih **dinamis** atau **elegan**, sesuai dengan tujuan dan gaya hidupmu. Apakah ada motif tertentu yang menarik perhatianmu atau yang ingin kamu coba?

SIDOGEDE 
**Motif Sidogede** adalah salah satu motif batik yang sangat khas dan memiliki makna mendalam dalam budaya Jawa. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang motif Sidogede:

### **Motif Sidogede**
- **Makna**:  
  Sidogede melambangkan **kemakmuran**, **kekayaan**, dan **keberuntungan**. Dalam tradisi Jawa, "Sido" berarti "terjadi" atau "menjadi," dan "Gede" berarti "besar" atau "agung." Secara keseluruhan, motif ini menggambarkan **harapan akan kesuksesan** yang besar dalam hidup, serta **kesejahteraan yang melimpah**.
  
- **Deskripsi**:  
  Sidogede sering digambarkan dengan **motif geometris** atau pola berulang yang memiliki kesan kuat dan stabil. Pada umumnya, pola Sidogede memiliki **garis-garis besar dan berulang** yang memberi kesan **teratur**, **harmonis**, dan **terstruktur**. Pola ini juga mengandung elemen-elemen **abstrak** yang menambah kesan **dinamis** dan **berenergi**.

### **Makna Spiritual dan Filosofi**:
- Sidogede dalam kejawen mengandung filosofi bahwa kesuksesan, kemakmuran, dan keberuntungan akan datang dengan **kerja keras** dan **konsistensi**. Pola berulang dalam motif ini menggambarkan **kesabaran** dan **ketekunan** yang diperlukan untuk mencapai hasil yang besar.
- **Energi positif** yang diwakili oleh motif ini bisa menarik rezeki dan membuka jalan bagi kelimpahan, menjadikannya simbol yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

### **Cocok untuk Siapa?**
- **Pemilik Tubuh Pear-Shaped**: Karena Sidogede cenderung memiliki pola besar dan teratur, jika diterapkan pada **rok span**, bisa memberikan kesan **elegan** dan **stabil**. Namun, untuk menyeimbangkan bagian bawah tubuh, lebih baik memilih pola yang lebih **tidak terlalu besar** di area pinggul. Jika menggunakan warna gelap atau netral pada bagian pinggul, Sidogede akan menciptakan kesan **panjang** dan **ramping** di bagian bawah tubuh.
- **Penggunaan pada Rok Span**: Untuk pemakaian rok span dengan motif Sidogede, pilih **pola yang lebih kecil** dan **tidak terlalu padat** di bagian pinggul, agar tidak menambah volume yang tidak diinginkan. Kamu juga bisa memilih motif ini dengan **warna-warna cerah** di bagian atas tubuh dan lebih gelap di bagian bawah untuk menciptakan kesan proporsional.

### **Ciri-ciri Motif Sidogede pada Batik**:
- Pola besar dengan **garis yang tegas**.
- Elemen geometris yang teratur dan simetris.
- Dapat menggunakan warna yang kuat dan kontras, tetapi tetap harmonis.

### **Padu Padan dengan Fashion**:
Sidogede cocok digunakan dalam **acara formal** atau **seremonial**, seperti **pesta pernikahan** atau **upacara adat**, karena maknanya yang mendalam tentang kemakmuran dan keberuntungan. Selain itu, motif ini juga bisa digunakan untuk **busana sehari-hari**, terutama jika kamu ingin **menarik perhatian** dengan **kesan kuat dan berkelas**.

Jika kamu tertarik untuk menggunakannya dalam **rok span**, motif Sidogede dapat memberikan **sentuhan kemewahan** dan **kekuatan** pada penampilanmu. Apakah kamu tertarik untuk mencoba motif Sidogede pada pakaianmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVIVAL INSTINCT

  Survival instinct adalah naluri dasar manusia untuk melindungi diri dan tetap hidup saat menghadapi bahaya, ketidakpastian, atau ancaman...